EKONOMI

Disperindag Pastikan Bapok Mencukupi untuk Dua Minggu PSTKM

WONOSARI-MINGGU LEGI | Senin (11/01) awal dimulainya Pembatasan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) di Kabupaten Gunungkidul. Berbagai persiapan dilakukan, salah satunya ketersediaan bahan pokok (Bapok).

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gunungkidul Johan Eko Sudarto. Pihaknya memastikan bahan pokok di seluruh pasar dapat mencukupi selama 2 minggu PSTKM.

“Masih cukup walau ada beberapa harga komoditas yang naik. Ini sudah kami laporkan ke TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) DIY,” kata Johan, Minggu (10/01).

Adapun, menurut Johan, komoditas pangan yang tengah naik saat ini diantaranya kedelai impor dan cabai. Kenaikan harga kedelai impor ditengarai lantaran terkendalanya pasokan dari negara asalnya yakni, Amerika Serikat.

Sedangkan untuk kenaikan harga cabai, Johan menyebut, bahwa kondisi tersebut lazim terjadi saat musim penghujan. Sebab, dijelaskanya, bahwa produksi cabai di musim hujan tidak maksimal sehingga berdampak pada pasokan dan distribusi.

“Berdasarkan informasi terakhir, cabai itu kenaikannya ada yang sampai Rp 80 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Mengingat pasar menjadi salah satu tempat yang diijinkan beroperasi 100 persen selama PSTKM, Johan menegaskan, pihaknya akan berfokus pada pengetatan protokol kesehatan (Prokes).

Fasilitas penunjang prokes sendiri, ditambahkan Johan, saat ini sudah tersedia dan memadai di setiap pasar tradisional. Disperindag Gunungkidul nantinya akan berfokus pada kepatuhan Prokes oleh pelaku dan pengunjung pasar.

“Kami akan berkomunikasi dengan Satpol-PP Gunungkidul untuk penegakan Prokes di pasar,” kata Johan.

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat, (08/01) lalu, Bupati Gunungkidul Badingah S.sos resmi menginstruksikan penerapan PSTKM. Hal tersebut dilakukan sebagai mana instruksi pusat maupun provinsi. Dijadwalkan PSTKM berlangsung mulai 11-25 Januari 2021.

Dengan adanya kebijakan PSTKM, maka Kegiatan yang dibatasi antara lain sektor pariwisata, perkantoran, ibadah, sosial budaya, hingga rumah makan.

Kapasitas tiap sektor dibatasi mulai dari 25 hingga 50% dari kapasitas yang ada. Selain itu, Jam buka pusat perbelanjaan toko berjejaring dibatasi maksimal hingga maximal pukul 18.00 WIB.

Pengecualian diberlakukan bagi kegiatan konstruksi dan sektor esensial. Dua bidang ini diperkenankan beroperasi 100 % selama masa PSTKM. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Larang Seluruh Personel Gunakan Vape

YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…

19 jam ago

Truk Hino Terguling di Tikungan Bokong Semar, Sopir Luka Memar

BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…

2 hari ago

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

4 hari ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

4 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

5 hari ago

Ratusan Mahasiswa UNY Ikuti Wisuda Periode Oktober 2026

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…

5 hari ago