WONOSARI, Senin Kliwon |Dalam Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945 tertulis, Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini sebuah petunjuk mendasar, bahwa cara mengatasi persoalan bangsa, termasuk mengatasi Corona adalah berdasarkan keyakinan atau agama yang diakui oleh negara.
Sejauh mana peran umat beragama menyelesaikan persoalan pandemi Corona, dilihat dari sisi ideologi negara, dua tokoh Gunungkidul memberikan ulasan.
Berbicara peran umat Islam, Ustadz Arif Gunadi bilang, segenap instrumen negara, (termasuk Departemen Agama: Red) adalah alat untuk menyelamatkan warga bangsa, dari berbagai bahaya yang mengancam.
“Warga bangsa tidak boleh sakit terkena wabah, lapar, ketakutan, khawatir dan yang lain,” ujar Arif Gunadi (8/6/20).
Negara berharap, warga bangsa bukan hanya selamat di dunia, tetapi juga selamat di akherat.
Agama, menurut Arif Gunadi mengajarkan agar manusia mempunyai imunitas aqidah. Memiliki amaliah dan anti body berupa kesadaran akan statusnya sebagai hamba, sebagai insan yang selalu berlumuran dosa.
Warga negara dalam perannya sebagai Kholifah fil ard, saat ada bahaya mengancam jiwa, harus hadir untuk berkontribusi melakukan penyelamatan.
Warga bangsa harus berkontribusi, kata Arif Gunadi, dan yang bertanggungjawab sepenuhnya adalah negara melalui kebijakan, program kegiatan dan penganggaran yang ideal.
Terpisah, Ari Siswanto, anggota DPRD Gunungkidul menunjuk tegas, bahwa dalam menangani pandemi, peran umat beragama cukup dominan.
“Fatwa yang dikeluarkan MUI, NU, juga Muhammadiyah dalam menghadapi Corona merupakan bukti, bahwa umat beragama andil besar,” timpal Ari Siswanto.
Meski demikian, lanjut Ketua DPD PKS Gunungkidul ini, eksekusi terakhir tetap berada pada ranah Yang Maha Kuasa. Umat hanya diberi kewenangan ikhtiar.
Bambang Wahyu Widayadi
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…