HUKUM & KRIMINAL

Duel Berujung Pengeroyokan, Puluhan Pelajar Dibina Polisi

PURWOSARI, Senin Kliwon, – Perkelahian antar siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Purwosari pecah di JJLS Tangkil, Padukuhan Tlogowarak, Desa Giripurwo, Kecamatan Purwosari, Sabtu (9/12). Puluhan pelajar terlibat dalam perkelahian yang awalnya duel satu lawan satu namun akhirnya berujung pengeroyokan. Seluruh pelaku akhirnya dapat dimediasi dan dibina oleh aparat Polsek Purwosari.

Disampaikan Kapolsek Purwosari, AKP Budi Kustanto, S.H, mediasi atas kasus perkelahian yang melibatkan puluhan pelajar SMKN 1 Purwosari tersebut akhirnya bisa dilakukan.

“Kami langsung panggil beberapa saksi, yang terdiri dari siswa dan orang tuanya, guru dan juga tokoh masyarakat untuk langkah mediasi perdamaian,” jelasnya, Senin,(11/12).

Lebih lanjut Budi menjelaskan, dari hasil keterangan yang dihimpun dari para saksi. Perkelahian bermula saat salah satu siswa kelas X berinisial AF 17, warga Desa Giritirto dan R 18, siswa kelas XII warga Desa Giripurwo terlibat cek-cok yang dipicu karena saling berbenturan badan saat  pertandingan futsal dalam rangka class meeting di sekolahnya.

“Pihak sekolah sempat melerai, dan keduanya tampak sudah berdamai, namun di luar jam sekolah ternyata masih meneruskan percekcokan yang berujung perkelahian,” terang Kapolsek.

Secara detail Kapolsek Purwosari menjelaskan, awalnya hanya AF dan R yang duel. R memukul wajah AF, dan AF mencekik leher R. Selanjutnya AF justru dipukuli puluhan teman-teman R, hingga AF mengalami luka lecet pada bagian leher dan bengkak kepala serta pelipis mata.

Aparat Polsek Purwosari yang memperoleh informasi segera menerjunkan anggota untuk kooperatif mendatangi AF dan R di rumahnya sesaat setelah mereka berhenti berkelahi untuk dilakukan mediasi. Hal ini dilakukan agar permasalahan tidak berbuntut panjang, apalagi keduanya berstatus pelajar dan masih dibawah umur.

“Kami hanya akan lakukan pembinaan, dari hasil mediasi keduannya bersepakat untuk damai,” tambahnya.

Dengan persetujuan orang tua masing-masing keduanya berjanji yang dinyatakan dalam surat pernyataan bahwa keduanya tidak akan mengulangi perbuatannya dan siap diproses hukum, jika mengulanginya.

Sementara itu, puluhan pelajar lain yang terlibat perkelahian oleh Polisi telah dikumpulkan dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan.

“Puluhan pelajar yang masih satu sekolah tersebut telah kami berikan pembinaan di sekolah tadi pagi,” pungkasnya. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Kliwon Ditemukan Selamat di Hutan Sanglor

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…

6 jam ago

Seorang Pria ODGJ Ditemukan Gantung Diri

GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…

3 hari ago

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

2 minggu ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

3 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

4 minggu ago