Dugaan Aksi Perundungan Kembali Terjadi, Korban Mengeluh Sakit pada Alat Kelamin

3477

GUNUNGKIDUL – SELASA PON |Aksi perundungan diduga dilakukan oleh beberapa Santri Pondok Pesantren Al Jauhar Tlepok, Semin, Gunungkidul. Akibatnya korban bullying tersebut mengalami trauma dan mengeluh sakit pada alat kelamin.

Dibenarkan Didik Rubiyanto, Lurah Kalurahan Bendung, Semin, Gunungkidul, bahwa pihaknya menerima laporan dugaan aksi bullying pada Senin (01/12) pukul 19:00 WIB.

“Nama koban Jimmy Al Farezy (14), orang tua asuh Warmin (tuna netra) alamat Dawe, Kalurahan Bendung, Kapanewon Semin,” jelas Didik, Selasa (02/12) dini hari.

Diterangkan Didik, aksi perundungan tersebut diduga dilakukan oleh lima orang santri pada Minggu, 30 November 2025, pukul 22.00 WIB, di Asrama Ponpes Al Jauhar.

“Menurut pengakuan korban, ia diseret ke kamar oleh pelaku yang berjumlah 5 orang. Korban ditendang pada badan dan alat vital,” terangnya.

Akibat aksi bullying yang dilakukan kelima santri tersebut, dikatakan Didik, korban mengalami trauma dan sakit pada alat kelamin.

“Bahkan untuk pergi ke kamar mandi pun korban harus dibantu dituntun oleh keluarganya. Sementara, Warmin (71) orang tua asuh korban adalah tuna netra,” ungkap Didik.

Kejadian tersebut, Didik berujar, merupakan kali kedua, setelah sebelumnya kejadian serupa juga dialami korban pada sekitar tiga bulan lalu.

“Korban juga pernah mengalami retak tulang tangan, terjadi sudah 3 bulan yang lalu. Korban mau ngaku takut, baru sekarang ngaku,” ujarnya.

Usai kejadian, Ketua karang taruna setempat dan beberapa tokoh pemuda mendatangi Ponpes Al Jauhar bermaksud klarifikasi. Namun demikian, hingga saat ini pengasuh pondok belum memberikan keterangan terkait dugaan aksi perundungan tersebut.

Penulis: Abr. Nhs
Editor: HRd

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.