Sementara itu elemen yang diamati oleh dewan juri dari kalangan akademisi, budayawan dan praktisi menyangkut lima hal.
“Pertama sabet, menyangkut komposisi gerak. Kedua catur antawecana, janturan, greget saut. Ketiga gendhing, dhodhogan, keprakan, sulukan / sekar. Keempat penyajian menyangkut etika, kewibawaan dan busana. Kelima harmoni antara cerita dengan penyajian serta keselarasan garapan,” tegas Agus Mantara.
VIDEO BUDAYA :
Pemenang kategori anak akan menerima uang pembinaan sebesar 4 juta, 3 juta, 2 juta, 1,5 juta dan 1 juta rupiah.
Untuk kategori remaja akan menerima hadiah uang sebesar 5, 4, 3, 2, dan 1,5 juta rupiah. Baik anak maupun remaja ditambah trophy.
“Kegiatan yang kami gelar 23, 24 dan 25 September 2019, di alun-alun Wonosari ini, dibiayai APBD Gunungkidul sebesar Rp 303.318.250,00,” imbuhnya.
Tujuan festival pedalangan 2019, menurutnya memberi ruang kepada warga Gunungkidul untuk berekspresi dalam rangka pengembangan dan pelestarian wayang kulit. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…