WONOSARI – RABU PAHING |Gantung Diri (Gandir) di Kabupaten Gunungkidul, tetap menjadi momok bunuh diri yang belum dapat diatasi. Hingga saat ini, tercatat 17 (tujuh belas) kali nyawa warga Gunungkidul melayang dalam jeratan tali di leher.
Kali ini seorang lansia inisial P (77) warga Pedukuhan Sumbermulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul menambah daftar panjang pelaku Gandir di Gunungkidul, Rabu (17-09-2025) pukul 04.16 WIB.
Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo menjelaskan, seorang laki-laki pelaku gantung diri tersebut ditemukan pertama kali oleh istrinya.
P diketahui gantung diri, pada sekitar pukul 03.00 WIB, awalnya istri pelaku tidak menemukan suaminya berada di dalam kamar.
Satu jam kemudian, istri pelaku melihat P menggantung di pohon rambutan yang terletak disebelah Selatan rumahnya.
Mendapati hal tersebut, istri pelaku langsung histeris dan disusul warga yang mendengar teriakan.
“Kondisinya sudah meninggal dunia. P menggantung menggunakan kain sarung.” jelas Edi Purnomo.
Edi menambahkan, setelah dilakukan pemerikasaan terhadap jenazah, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. P dinyatakan meninggal dunia karena gantung diri.
“Pelaku menderita penyakit kulit menahun dan diperkirakan putus asa.” tutup Edi.
Penulis: Agus SW
Editor: HRD
GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…
TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…
YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…
YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…
WONOSARI - SABTU PON, Sebuah tamparan keras institusi pemerintahan kembali terjadi. Kali ini RDS alias…
GUNUNGKIDUL – RABU KLIWON, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana…