KRITIK Bung Hatta terhadap Presiden Soekarno dalam tulisannya DEMOKRASI KITA itu khas kritiknya seorang intelektual. Bukan kritik dari seorang politisi. Tanpa pamrih pribadi sedikit pun. Bahasa dan isi kritiknya sangat terpelajar. Keras tapi tidak kasar.
Salah satu di antara kritiknya terhadap Bung Karno mencerminkan Bung Hatta betul-betul “kutu buku”.
GENERATION FUTSAL CHAMPIONSHIP 2019
Bung Hatta, yang menguasai bahasa Belanda, Inggris dan Jerman itu, menulis:
“Dalam suatu kritik terhadap konsepsinya (maksudnya Konsepsi Demokrasi Terpimpin ala Soekarno) kira-kira tiga tahun yang lalu, saya bandingkan dia dengan Mephistopheles dalam hikayat Goethe’s Faust.
Apabila Mephistopheles berkata bahwa ia adalah:
‘ein Teil jener Krafte,
die stets das Bose
will und stets das
Gute schafft’













