“GAYA” BUNG HATTA MENGKRITIK SANG PRESIDEN

10163

yaitu bagian dari suatu tenaga yang selalu menghendaki YANG BURUK dan selalu menghasilkan YANG BAIK.”

Maka Bung Hatta pun menyimpulkan bahwa Soekarno adalah kebalikan dari gambaran itu. Kebalikan dari tokoh Mephistopheles.

 

SATUAN KHUSUS ANTI TEROR GELEDAH RUMAH TERDUGA TERORIS

 

Menurut Bung Hatta, tujuan Soekarno Sang Presiden selalu baik, tetapi langkah-langkah yang diambilnya kerapkali menjauhkan dirinya dari tujuan baiknya.

Di bagian lain tulisannya itu Bung Hatta menyimpulkan bahwa sistem yang dilahirkan oleh Bung Karno tidak akan lebih panjang umurnya dari Soekarno sendiri.

Dikatakannya, umur manusia terbatas. Apabila Soekarno sudah tidak ada lagi, maka sistemnya itu akan roboh dengan sendirinya seperti rumah dari kartu.

Dan “perhitungan” Bung Hatta itu terbukti benar adanya.

MEMANG yang dikritik oleh Bung Hatta adalah Soekarno, Presiden RI yang pertama. Tapi kritik Bung Hatta itu sepertinya berlaku pula untuk Sang Presiden RI lainnya pasca Soekarno.

Presiden RI kedua, Soeharto misalnya, bisa saja kebalikan juga dari tokoh Mephistopheles dalam hikayat Goethe’s Faust itu.

Yaitu mungkin saja Soeharto tujuannya selalu baik, tetapi langkah-langkah yang diambilnya kerapkali menjauhkan dirinya dari tujuan baiknya itu.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.