yaitu bagian dari suatu tenaga yang selalu menghendaki YANG BURUK dan selalu menghasilkan YANG BAIK.”
Maka Bung Hatta pun menyimpulkan bahwa Soekarno adalah kebalikan dari gambaran itu. Kebalikan dari tokoh Mephistopheles.
Menurut Bung Hatta, tujuan Soekarno Sang Presiden selalu baik, tetapi langkah-langkah yang diambilnya kerapkali menjauhkan dirinya dari tujuan baiknya.
Di bagian lain tulisannya itu Bung Hatta menyimpulkan bahwa sistem yang dilahirkan oleh Bung Karno tidak akan lebih panjang umurnya dari Soekarno sendiri.
Dikatakannya, umur manusia terbatas. Apabila Soekarno sudah tidak ada lagi, maka sistemnya itu akan roboh dengan sendirinya seperti rumah dari kartu.
Dan “perhitungan” Bung Hatta itu terbukti benar adanya.
MEMANG yang dikritik oleh Bung Hatta adalah Soekarno, Presiden RI yang pertama. Tapi kritik Bung Hatta itu sepertinya berlaku pula untuk Sang Presiden RI lainnya pasca Soekarno.
Presiden RI kedua, Soeharto misalnya, bisa saja kebalikan juga dari tokoh Mephistopheles dalam hikayat Goethe’s Faust itu.
Yaitu mungkin saja Soeharto tujuannya selalu baik, tetapi langkah-langkah yang diambilnya kerapkali menjauhkan dirinya dari tujuan baiknya itu.
GUNUNGKIDUL – SELASA PON, Seorang laki-laki berinisial S (64), warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, ditemukan…
PALIYAN - MINGGU PAHING, Pengemudi Toyota Inova diduga mengantuk mengakibatkan kecelakaan beruntun di Jalan Paliyan-Saptosari,…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIT Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra resmi meluncurkan…
GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Menyongsong libur nasional dan perayaan Paskah 2026, Kepolisian Resor (Polres) Gunungkidul…
GUNUNGKIDUL – RABU PON, Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani dalam menjalankan…
YOGYAKARTA - RABU PON, Polisi berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan di Jalan Kerto Muja Muju,…