BUDAYA

Geguritan Dhandhanggula Ditinggalkan Generasi Muda

GUNUNGKIDUL-MINGGU PAHING | Tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Gunungkidul sejatinya memiliki kepentingan terhadap pelestarian Kesusateraan Jawa, khususnya Geguritan Dhandhanggula.

“Pertama dan utama adalah Dinas Kebudayaan,” tulis Joko Priyatmo (Jepe), pengamat kebudayaan, Kabupaten Gunungkidul, 25-6-2023.

Yang kedua, kata Jepe, Dinas Pendidikan. Ketiga Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

Di antara OPD yang disebut Jepe, saat diminta komentar, mengapa geguritan dhandhangdula tidak disukai generasi muda, tidak ada respon, kecuali Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kisworo, S.Pd. M.Pd.

“Ini pengamatan saya. Bahasa Jawa dalam kurikulum sekolah tereduksi. Jamnya, mungkin tema tembang jawa hanya sedikit. Pengajar bukan guru bahasa Jawa. Khususnya di SMP. Itu belum faktor luar, pasion anak milenial dengan gawai. Diperparah banyak pandangan pragmatis exstrem pelajaran itu bagi khidupan untuk apa,” tulis Kisworo melalui aplikasi WhatsApp.

Kadinas Perpussip yang pernah menjabat Kabid SMP pada Dinas Pendidikan ini menyatakan, ada rencana menerbitkan Antologi Dhandhanggula, karya lintas generasi warga GunungkIdul.

“Kami pernah menginisiasi Antologi Tembang Pucung. Sumber dana bantingan dari teman-teman Perpussip,” tegasnya.

Untuk keperluan memperkaya koleksi bacaan, Kisworo bakal menumpulkan antologi Geguritan Dhandhanggula dalam bentuk tulisan tangan.

“Itu kami mengakomodir masukan Pak Bupati. Ke depan, tulisan tangan bisa jadi artefak (jejak peradaban masyarakat Gunungkidul),” tambah Kisworo.

Yang terbaru, dia menyebut, telah diterbitkan dalam jumlah terbatas, pengalaman emak-emak terkait dengan peringatan hari ibu 2022.

Agak berbeda dengan yang dituturkan Kadinas Perpussip Gunungkidul.

Guru SMPN Ponjong, Gunungkidul, Amin Suprihatin masih tekun mengajarkan cara memahami geguritan Dhandhanggula.

“Kemasan bahasanya adalah bahasa lumrah, bahasa Jawa sehari-hari sehingga tidak sulit untuk menafsirkannya,” tutur Amin Suprihatin.

Contohnya ada di bawah ini, kata Amin.

Tan keraos menika dumugi, Iring kilen srengenge gumlewang, Cakrawala ngawe-awe. Kinen caket sliramu, wayah mokal dimangerteni, Malaekat mesthi tekan, Prapteng griya nuju. Tanpa takon sapa sira, luwih gampang ancik-ancik pucuk eri, Sukma ginawa. lunga.

Pemeran Nyi. Niti Sari pada Ketoprak Babad Nongkodoyong itu mendekatkan tafsiran dhandhang gulo kepada siswanya melalui parafrase berikut:

“Tanpa krasa tekan ing wektu, srengenge angslup ing iring kulon. Endahe sore ngawe2. Nora krasa sansaya cedhak sliramu ‘Gusti’ . Kang pesthi ora bakal dingerteni, ora tau takon ora kandha2, malaekat bakale teka ing sajroning omah. Ngerti2 sukma oncat saka raga.”

Ketua Dewan Kebudayaan demisioner CB Supriyanto menimpali.

“Karya seperti itu tidak semua orang bisa paham. Benar dan salah diketahui dalam lomba.
Mungkin bisa dibuat karya perjalanan atau tahapan hidup mulai mas kumambang sampai pucung, dengan bahasa yang gampang dimengerti generasi muda,” ungkapnya.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Polisi Terbitkan DPO Pelaku Pengeroyokan Pelajar 16 Tahun

YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…

4 jam ago

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

2 hari ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 hari ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago