OPINI

ETNOGRAFI RASULAN MASYARAKAT TANI DI GUNUNGKIDUL

DIKUTIP dari sumber yang layak dipercaya, Kabupaten Gunungkidul mencakup 144 Desa dan 1.431 Padukuhan.

Masing-masing Desa bahkan Padukuhan, setiap habis masa panen pertanian selalu melakukan upacara Rasulan.

Tradisi itu ditulis ribuan kali, tetapi tidak dalam format holistik, hanya secara parsial, sepotong sepotong. Oleh sebab itu Rasulan tidak menarik bagi para periset, terkait dengan etnografi deskriptif misalnya.

Rachmat Kriyantono, Ph.D. dalam tulisan ilmiah populer menyatakan, etnografi merupakan sinergi tiga perkara: tradisi, teoritis, dan riset
kualitatif. Betuknya berupa fenomenologi, sosiokultural dan kritis.

Fenomenologi berperan, kata dia, karena para periset saat
mengumpulkan data berupaya memadukan pengalaman
personal dengan interpretasi budaya secara sistematis dan
menyeluruh.

Tradisi Sosiokultural berkait karena data yang diriset. Ini merupakan
hasil penafsiran dan konstruksi subjek riset.

Perilaku yang diamati bersifat situasional dan selalu
berkembang di dalam kelompok-kelompok sosiokultural.

Tradisi
ini mewarnai teori-teori konstruksi sosial, interaksi
simbolik dan dramaturgi.

Erving Goffman tahun 1959 menyatakan, Dramaturgi merupakan teori yang mengemukakan bahwa teater dan drama mempunyai makna yang sama dengan interaksi sosial dalam kehidupan manusia.

Agar Gunungkidul tidak dikenal dari sisi tertentu saja, pariwisata misalnya, maka perlu adanya terobosan dalam bentuk penyajian data yang dibutuhkan oleh para intelektual dalam hal ini peneliti tentang kabupaten Gunungkidul.

Oleh seorang penulis geguritan, Rasulan mulai digubah dalam bentuk tembang Dhandhanggula satu pupuh (bait).

Isinya menggambarkan prosesi Rasulan yang dimaksud.

BERSIH DESA
Lemah Ijo thethukulan sami,
Asung warta dateng nara kisma
Nderek dhawuh Pengerane. Saben sabin pinuju
Mangsa panen engga dumugi
Nyimpen pantun tinata, Sak lebeting lumbung. Kalajeng kembul bujana, Pari suka winastan raos kenduri
Atur sedekah boga.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

4 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

4 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

4 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

5 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

5 hari ago