BUDAYA

Makna Slametan dalam Komunitas Petani Gunungkidul

GUNUNGKIDUL-SENIN PON | Petani Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta masih akrab dengan upacara slametan terkait dengan kegiatan pertanian yang mereka lakukan.

Tradisi slametan kalangan petani Gunungkidul tidak mudah tergilas oleh modernisasi. Di era milenium malah semakin kuat. Mempertahankan tradisi slametan arahnya untuk menambah daya pikat pariwisata.

Ketua Badan Pelaksana Wilayah Serikat Petani Indonesia (BPWSPI) Daerah Istimewa Yogyakarta pernah menurunkan tulisan, bahwa istilah ‘slametan’ berasal dari kata slamet.

Dia menjelaskan, selamat itu secara maknawi adalah doa minta lepas dari insiden yang tidak dikehendaki.

“Slametan bertujuan untuk menolak kekacauan yang mengganggu hubungan keseimbangan antara manusia dengan alam,” demikian secara ringkas tulis artikel ilmiah populer 21-1-2015 silam.

Upacara slametan yang juga disebut sebagai ‘wilujengan’, dalam komunitas masyarakat agraris (petani Gunungkidul) dilengkapi dengan ‘uba rampe’ berbentuk makanan tertentu.

Paling tidak makanan yang disiapkan untuk slametan itu meliputi tujuh belas (17) jenis.

Dalam konten Serikat Petani Indonesia (SPI) jenis makanan yang disiapkan antara lain: 1. Sega Golong Sak Jodo; 2. Tumpeng Robyong; 3. Tumpeng Gepak; 4. Ambengan; 5. Ingkung; 6. Jenang Palang; 7. Jenang Pliringan; 8. Jenang Abang Putih; 9. Jenang Baro-Baro; Jajan Pasar; 10. Dhem Dheman; 11. Telur; 12. Kecambah; 13. Kacang Panjang; 14. Tomat; 15. Kangkung; 16. Apem dan Kupat; 17. Pisang.

Mulai dari Sego Golong Sak Jodho hingga sesaji Pisang secara detail diuraikan dalam tulisan tersendiri.

Itu pun masih ditambah upacara membakar kemenyan yang sering dilakukan oleh sesepuh pembaca doa Desa Setempat.

Dicermati dengan teliti membakar kemenyan itu sama sekali tidak berbau sirik, sebagaimana disebut oleh orang-orang yang tidak paham dalam memaknainya. *Bersambung

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Polisi Terbitkan DPO Pelaku Pengeroyokan Pelajar 16 Tahun

YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…

1 jam ago

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

2 hari ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 hari ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago