“Setelah jadi bupati, Golkar ditinggal,” ungkap dia mengenang kontestasi 5 tahun silam.
Tokoh GMNI kala masih kuliah di Kampus Karangmalang yang kemudian total bergabung dengan Partai Golkar di awal tahun 80-an ini, sangat yakin bahwa Sugiyarto dan Heri Nugoho tidak akan mengkhianati Golkar, karena loyalitas dan dedikasinya cukup teruji.
SATUAN KHUSUS ANTI TEROR GELEDAH RUMAH TERDUGA TERORIS
Ditanya soal bakal calon bupati yang akan diwakilinya, Pardiman menyatakan, siapa pun dia, yang utama memiliki peluang besar untuk menang.
Sementara itu, kedua kandidat yang dicalonkan wakil bupati (Sugiyarto – Heri Nugroho) sama-sama menyatakan kesiapannya dalam menerima perintah partai.
“Kalau saya maju, maka Pak Sugiyarto masuk gedung dewan mem-PAW wakil Ketua DPRD. Jika Ketua DPD Golkar yang menjadi bacawabup, saya tetap pada posisi Wakil Ketua Dewan,” terang Heri Nugroho kepada infogunungkidul.com . (Bambang Wahyu Widayadi)













