GUE OGAH DIVAKSIN, APA ELO MAU LAPORIN GUE KE POLISI?

2000

HARI AKHIR, hari pembalasan, atau hari kiamat merupakan proses digulungnya alam dan isinya semua bakal luluh lantak tidak tersisa.

Sebagaimana telah terjadi kiamat juga bisa melanda alam pikiran manusia. Mati alias tidak bisa berfikir dengan akal sehat membuat sebagian besar manusia menjadi mengekor secara membabi buta.

Yang dikatakan badan dunia WHO itulah yang manusia anggap sebagai kebenaran yang Haq. Seruan WHO diterima tanpa syarat sebagai petunjuk dalam menghadapi Covid-19.

Di sinilah bentuk nyata atas matinya akal sehat karena hampir semua orang di dunia berkiblat ke rumusan WHO sementara itu jarang disadari bahwa di balik rekomendasi WHO ada udang bernama bisnis vaksin.

Saya bertanya kepada seorang dokter tentang faksin yang bakal disuntikkan kepada 260 juta manusia Indonesia.

Dokter itu bilang bahwa vaksin Covid-19 merupakan virus yang telah dimatikan. Saya geli dengan jawaban itu karena tidak masuk di akal bahwa bangkai virus bisa menambah imunitas pada tubuh seseorang.

Saya meminta agar dokter tersebut menjelaskan cara kerja faksin berupa virus yang telah dimatikan itu tetapi dokter tersebut memilih diam.

Mengomentari cerita saya seorang teman berbicara ketus bahwa faksin covid-19 itu adalah bisnis internasional yang brengseknya melebihi embel gedhes.

“Gue sih ogah disuntik. Apakah ada pasal yang bisa ngejerat gue,” ujar teman saya.

(Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.