Gunungkidul Banyak Air, Menjadi Aneh Warga Kekurangan Air Minum

122

WONOSARI, KAMIS WAGE – Kabupaten Gunungkidul kekurangan air bersih adalah bertentangan dengan fakta. Empat belas Kecamatan diklaim selalu kekeringan parah, merupakan bagian dari proyek droping air bersih yang sengaja dipelihara oleh para pejabat.

Dari 1831 hingga 2018, Bupati Gunungkidul telah berganti 29 kali. Tidak satupun di antara mereka menyelesaikan problem air bersih, kecuali melalui program hapalan, mengirim ratusan bahkan ribuan tangki berisi air.

Program droping air bersih tidak akan luput dari tudingan bias proyek. Yang senang tidak hanya para sopir tangki, tetapi juga para pejabat yang ditugasi mendistribusikan air bersih ke masyarakat.

Sementara itu, secara kasad mata, Kabupaten Gunungkidul dilalui Sungai Oya sepanjang 107 Km. Hulu bersebelahan dengan Gunung Gajah Mungkur, menyatu dengan Sungai Opak menuju ke Samudera Hindia.

Dikutib dari berbagai sumber, debit air rata rata/bulan, Sungai Oyo 9,31 m3/detik. Tercatat, bahwa detik maksimum sebesar 83,2 m3/detik, sementara detik minimum sebesar 1,89 m3/detik.

Pada September 2018 hari ke 6, dari atas jembatan Bunder, Sungai Oya terlihat sangat bening dan melimpah.

Pengolahan air belum maksimal. berdasarkan pantauan media baru ada 3 penyulingnan: di Rest Area Bunder, bersebelahan dengan SPAM Oya Wening yang dikelola Tokoh Kecamatan Patuk, serta SPAM Gedangsari di Desa Ngalang.

Beberapa tokoh kelas DPRD pernah melempar gagasan membendung Sungai Oya. Ini ide kurang tepat, karena kebutuhan primair penduduk bukan untuk pertanian, melainkan untuk minum.

Semestinya, SPAM itulah yang menjadi prioritas. Gunungkidul itu banyak air, sangat aneh kalau warganya kesuitan air minum. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.