Pada masa tua dia diminta menyembelih Ismail, yang kemudian dalam sejarah kemanusiaan, oleh Allah SWT melalui Malaikat, karena kepatuhannya pada perintah, Ismail diganti dengan domba.
Pada peradaban manusia modern, kualitas ketaatan seperti ditunjukkan Nabi Ibrahim saat ini sangat langka. Keikhlasan seorang pemimpin unruk berkurban yang pada waktunya dipastikan memperoleh pengganti dari Tuhan Yang Maha Tunggal, nyaris sulit ditemukan.
Warga Gunungkidul, pada momentum pilkada 2020, betapa pun sulitnya, harus menemukan pemimpin yang mendekati Nabi Ibrahim. Pemimpin yang ikhlas berkurban bukan karena ingin makan daging sapi.
Tragedi pemimpin (jagal) yang dipengkal sapi seperti terjadi di Jakarta Barat, (12/08/19) tidak perlu terjadi di Bumi Handayani. (Bambang Putih)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…