OPINI

Gunungkidul Siaga: Fenomena Bunuh Diri Kian Menjadi

Kamis Pahing – Gunungkidul ternyata tidak hanya terkenal karena gotong royong masyarakatnya, pariwisatanya yang mulai menggeliat, tiwul, dan gatotnya, tetapi juga terkenal dengan batu kapur putih dan ketandusannya, kisruh Gua Pindul, kisruh gunung karst, kisruh perijinan investor di daerah pesisir, dan yang paling miris, diantara banyak kesemrawutan itu. Gunungkidul juga terkenal karena mitos pulung gantung dan kasus bunuh diri yang kian hari kian mengkhawatirkan.

Dalam periode 2001 – 2016 sendiri terdapat 458 kejadian bunuh diri di Gunungkidul, yang apabila dirata-rata, maka dalam 17 tahun terakhir, terdapat 28-29 kejadian bunuh diri di Gunungkidul setiap tahunnya. (Sumber:swaragunungkidul.com). Sedangkan pada tahun 2017, hingga pertengahan bulan Agustus ini terdapat 25 kasus (kasus Harsito adalah kasus bunuh diri yang ke 25). (Sumber : infogunungkidul.com).

Ada yang menyebut peristiwa bunuh diri yang banyak terjadi di Gunungkidul ini adalah tragedi kemanusiaan, ada juga yang menyebutnya kejadian luar biasa. Yang pasti, fenomena ini telah menjadi perbincangan diberbagai sudut desa, di pasar-pasar, di warung-warung kopi, di jalan-jalan, bahkan di forum resmi hingga ke tingkat nasional. Orang-orang membicarakannya, orang-orang bertanya: ada apa dengan Gunungkidul?

Menyikapi fenomena ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak tinggal diam. Bupati Gunungkidul, Badingah, bahkan telah membentuk Tim Penanggulangan dan Pencegahan Bunuh Diri yang akhirnya melahirkan Satgas Berani Hidup, sebagai usaha untuk menekan angka kasus bunuh diri.

Tapi sudah cukupkah kita hanya bergantung dengan hal itu? Nyatanya hingga hari ini masih saja ada kasus bunuh diri yang terjadi di Gunungkidul, malah makin kesini makin menjadi. Apa yang salah?

Mungkin kita perlu berupaya lebih keras lagi. Kita harus sama-sama pasang aksi. Mulai dengan hal yang paling sederhana: lebih dekat dengan keluarga, kerabat, teman, dan tetangga kita. Berilah perhatian, koordinasikan segera dengan lingkungan jika sekiranya ada anggota masyarakat kita yang berperilaku mencurigakan.

Jangan menunggu kejadian baru kita rusuh. Jangan hanya mengandalkan pemerintah. Dan jangan sampai angka bunuh diri di Gunungkidul semakin banyak. Cukup berhenti di angka 25 saja. Itu sudah sangat banyak.

 

Penulis: Devi Erhma

infogunungkidul

Recent Posts

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

7 jam ago

Ratusan Mahasiswa UNY Ikuti Wisuda Periode Oktober 2026

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…

7 jam ago

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

2 hari ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

3 hari ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

3 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

6 hari ago