PERISTIWA

Habiskan Anggaran Dana Desa Ratusan Juta, Pembangunan JUT Kalurahan Monggol Diduga Menyimpang

SAPTOSARI-SABTU WAGE | Polemik pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, makin santer diperbincangkan publik.

Meski telah menelan anggaran negara sebanyak seratus tujuh puluh juta rupiah lebih, yang di anggarkan melalui Dana Desa (DD) tahun 2020, JUT belum kelar dikerjakan pada akhir tahun.

Ironisnya, penyelesaian pekerjaan menunggu rekomendasi Tim Monitoring Kapanewon setempat dan baru akan dikerjakan kembali pada pertengahan Januari ini.

Berdasarkan fakta lapangan yang ada, kuat dugaan mengarah pada unsur kesengajaan terkait penyimpangan penggunaan Dana Desa untuk pembangunan JUT tahun 2020, di Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari.

Dugaan tersebut dikuatkan oleh beberapa sumber salah satunya tenaga kerja yang saat itu mengerjakan proyek JUT yakni, Wasmorejo (67) warga Padukuhan Bulurejo, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari.

Wasmorejo dengan lugas mengatakan, bahwa pekerjaan telah dihentikan sejak bulan November tahun lalu lantaran tidak tersedianya material.

“Nek ora ono barange opo kon nembok nganggo lemah?,” ungkap Wasmorejo dengan logat Jawa, Kamis, (14/01/2021) siang.

Wasmorejo menceritakan, dirinya tidak mengetahui permasalahan serta alasan dari Pemerintah Kalurahan Monggol terkait tidak adanya material untuk pembagunan JUT yang belum kelar tersebut.

Dalam pelaksanaannya kala itu, Wasmorejo berujar, bahwa JUT dikerjakan oleh lima orang pekerja dan dirinya merupakan salah satu dari mereka. Adapun lama pengerjaan diungkapkan Wasmorejo, sekitar tiga minggu pada bulan Oktober 2020 lalu.

Sementara itu, Ulu-Ulu sekaligus TPK pembangunan JUT Kalurahan Monggol, Sukaryono membenarkan, pekerjaan JUT baru terealisasi 80% mesti tahun anggaran 2020 telah usai. Pihaknya berjanji kekurangan 20 % dari pekerjaan yang ada akan segera selesaikan pada pertengahan bulan Januari 2021 ini.

“Ini baru 80% dan 20% lainnya akan segera kita realisasikan termasuk setom,” jelas Sukaryono.

Selain itu, Hasil Monitoring dan evaluasi Penewu Saptosari yang selanjutnya tertuang dalam rekomendasi menunjukan dugaan yang mengarah pada unsur kesengajaan dan bukan keterlambatan pekerjaan akibat faktor lain.

Meski tanpa menunjukan serta menyebut nomor dan tanggal rekomendasi, penewu mengakui beberapa item belum dikerjakan sesuai rencana.

“Dari catatan-catatan kami, waktu itu sudah ketemu langsung dengan pelaksana pekerjaan di lapangan dan kita berikan saran-saran termasuk tidak adanya papan kegiatan, talud belum selesai dan perkerasan jalan dengan alat berat belum dilaksanakan,” ungkap Djarot Hadi Atmojo, Panewu Kapanewon Saptosari beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Sementara itu hasil pantaun awak media di lokasi proyek, tampak JUT yang dibangun pada Oktober tahun lalu dan telah dihentikan pada November tahun 2020 belum layak secara fisik serta badan jalan telah banyak ditumbuhi rumput liar.

Dari penelusuran yang berhasil dikumpulkan patut diduga kuat adanya unsur kesengajaan terkait penyimpangan DD untuk pembangunan JUT di Kalurahan Monggol tahun 2020 tersebut. (Agus. SW)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Gelar Sertijab Dirreskrimum, Kabidkeu, Kapolresta Sleman dan Kapolres Gunungkidul

YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…

4 hari ago

Pucuk Pimpinan Polda DIY Resmi Berganti

YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…

5 hari ago

Seorang Karyawan Diduga Gelapkan Sejumlah Barang, Toko Grosir Batik di Jalan Wonosari Rugi Puluhan Juta

BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…

6 hari ago

Keselamatan & Perlindungan Jurnalis akan jadi Pembahasan Utama Silatnas Pendiri IWO

PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…

1 minggu ago

Pilur Serentak Gunungkidul 26, Berikut Daftar Lengkap 31 Lurah Terpilih

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…

3 minggu ago

Sadar Ditunggangi Oknum, Polemik Watu Bolong Berakhir Damai

GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Polemik pembongkaran Mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul…

3 minggu ago