Dikonfirmasi soal biaya, salah satu Kepala Desa peserta lomba 2019 menyatakan, tidak hanya sebesar yang disebut Slamet.
“Kami menyiapkan dana Rp 49 juta saja masih kurang,” tandas Kepala Desa yang enggan disebut jati dirinya.
Dana sebesar itu, menurut pengakuannya, tidak boleh diambil dari ADD. Hal ini, lanjut Kepala Desa, termasuk menyulitkan Desa dalam memasukkan ke dalam Perdes APBDes tahun berjalan.
“Mau tidak mau, Desa harus mencari dana lain, dan memasukkannya dalam APBDes Perubahan,” kata dia.
Pemerintah Kabupaten selaku penyelenggara lomba, menurut pengakuan Kades memang memberi hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta untuk juara pertama.
BACA JUGA:
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…