“Desa kami mengeluarkan biaya Rp 49 juta. Umpama juara pertama, kan cuma impas untuk menutup pinjaman. Lalu maju ke propinsi, biaya pasti lebih besar lagi. Semisal juara 1, maju Nasional, kami lebih repot lagi,” tutur Kepala Desa.
Menurutnya masih lumayan ringan bagi desa yang meraih kejuaraan. Bagi yang kalah, kata dia, secara finansial pasti remuk.
BACA JUGA:
Dikutip dari dokumen penyelenggara, peserta lomba desa Gunungkidul tahun 2019 antara lain adalah: 1. Nglanggeran, Mulo, Petir, Pundungsari, Playen, Giripurwo, Kemiri, Bedoyo, Sumberwungu, Planjan, Giriharjo, Grogol, Kedungkeris, Candirejo, Karangmojo, Sampang, Jurangjero dan Jepitu.
Juara 1, 2 dan 3 adalah Nglanggeran, Mulo, dan Petir.
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…