Indonesia Melalui ACT Kirimkan Ribuan Ton Beras Untuk Kemanusiaan ke Gaza

1114

JAKARTA, MINGGU LEGI-Tim Kapal kemanusiaan untuk sampai ke Gaza, Palestina memakan waktu 1 bulan. Kapal kemanusiaan untuk Palestina dari tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) membawa 2000 ton beras dari Indonesian, telah sampai di Gaza, Senin, (26/03).

Bambang Triyono, selaku Direktur Global Humanity Response ACT memaparkan, awalnya memang tampak mustahil. Sudah dibayangkan, akan ada banyak sekali hambatan untuk bisa mengirimkan bantuan terbaik dari Indonesia, berupa beras sampai ke Gaza.

Dikatakan Bambang, lewat sebuah pesan yang dikirimkan oleh Mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gaza. Pekan ini, dimulai sejak Senin (26/3) kemarin, sampai dengan beberapa hari berikutnya, secara bertahap beras dari Indonesia telah masuk ke Gaza.

Banyak orang meragukan ACT bisa mengirim beras untuk saudara-saudara kita di Gaza. Banyak yang sangsi, bahwa muslimin Indonesia bisa menyampaikan beras untuk rakyat Palestina di Gaza. Tapi kini, Alhamdulillah beras itu sudah tiba.

“Beras kita, beras Indonesia ada di genggaman saudara-saudara kita di Gaza. Tidak henti kami, Tim GHR, bersyukur,” ujar Bambang, Sabtu, (31/03).

Setelah dilepas oleh masyarakat Indonesia, dari Terminal Petikemas Surabaya, 21 Februari 2018, lanjut Bambang, perjalanan Kapal Kemanusiaan Palestina membutuhkan waktu sebulan lamanya. Senin, (26/03) menjadi hari pertama, iringan-iringan truk Kapal Kemanusiaan Palestina melintasi gerbang Karm Abu Salem, gerbang satu-satunya yang paling memungkinkan untuk membawa masuk barang kebutuhan pokok sampai ke Gaza.

Bambang juga memaparkan, beras dimasukkan ke Gaza dalam beberapa kali pengiriman.

Hari Senin (26/03) masuk empat kontainer (100 ton), Selasa (27/03) masuk enam kontainer (150 ton), hari Rabu (28/03) delapan kontainer (200 ton), sehingga sudah masuk sampai Rabu kemarin, sebanyak 450 ton.

“Insya Allah total keseluruhan yang bakal segera didistribusikan di Gaza sebanyak 2.000 ton,” pungkasnya. (Jok)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.