Categories: NASIONAL

IWO Sibolga Tapteng Partisipasi Aktif Lindungi Bunga Bangkai

TAPTENG-Minggu Pahing – Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapanuli Tengah melakukan langkah nyata melindungi Bunga Bangkai (Amorphollus Titanum) yang merupakah bunga langka dunia di lingkungan mekarnya pada Sabtu (26/05).

Aksi yang dilakukan dengan memasang spanduk himbauan di Jalan Poriaha-Rampa di Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara berukuran 2×1 meter, yang bertuliskan: “Mohon jangan memotong/menebang, memindahkan atau merusaknya dengan cara apapun. Mari lindungi sumber daya hutan”.

Himbauan yang dipasang agar dilihat masyarakat, atas koordinasi dan kerjasama dengan Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU). Sepanjang bulan Mei tahun ini ditemukan setidaknya delapan bunga Bangkai, yang menurut peneliti adalah bunga asli yang hanya tumbuh di Sumatra dan Jawa, mekar di salah satu bukit di Desa Napa ini.

Dalam kasus sebelumnya, bunga-bunga yang tumbuh di atas lahan milik warga, bernama Aritonang, kerap ditebang dan dipindahkan dari habitat hidupnya ke pinggir jalan dengan alasan agar dapat diketahui khalayak.

Kemungkinan hal tersebut dilakukan karena banyak yang tidak mengetahui bahwa aksi tersebut justru merusak bunga Bangkai.

“Tentu harapannya, dengan dipasangnya spanduk ini, pemilik tanah, Pak Aritonang, dan warga yang melintas tergugah kesadarannya agar bersikap arif dan baik terhadap bunga unik dan langka ini,” harap Ketua IWO Sibolga-Tapteng Damai Mendrofa.

Selain itu menurut Damai, keputusan pemasangan spanduk juga dilakukan agar warga yang melintas mengetahui bahwa di perbukitan tersebut tumbuh subur bunga Bangkai tanpa perlu dipindahkan ke tepi jalan, serta khalayak mau ikut serta melestarikannya.

Mei Leandha, Sekretaris Jenderal KPHSU menyatakan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSA) Sumut mengkonfirmasi bahwa pihaknya juga telah menghimbau masyarakat setempat untuk ikut melestarikan bunga Bangkai.

Namun menurut Mei, sosialisasi dan himbauan tanpa pengawasan dan sanksi bagi yang melanggar akan sia-sia.

BKSDA kata Mei layaknya bisa memastikan, jika di kawasan itu adalah habitat bunga Bangkai, maka pantas dijadikan kawasan ekowisata yang akan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dengan penetapan habitat bunga Bangkai sebagai kawasan ekowisata, diyakini bahwa tujuan pelestarian lingkungan dan ekosistemnya dapat tercapai. (EDW/IWO)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

4 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

2 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

3 minggu ago