WONOSARI-RABU PAHING | Penipuan (Penggendam) dengan modus mengiming-imingi korban akan memperoleh bantuan bagi warga terdampak Covid-19, dua bulan terakhir marak terjadi di Gunungkidul. Ada kecurigaan cara kerja penipu diremote penduduk setempat. Lembaga Jaga Warga diharapkan sigap mengantisipasi.
Fakta di lapangan menunjukkan, korban rata-rata kehilangan perhiasan. Kejadian terbaru menimpa Jilah warga Dunggubah, Duwet Wonosari, disusul warga Bogor II Kapanewon Playen, Gunungkidul 3-8-2021.
Penewu Playen yang kebetulan juga Pelaksana Tugas Penewu Patuk, Drs. M Setiyawan mengingatkan, agar masyarakat memperkuat lembaga Jaga Warga seperti diinstruksikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono ke-10.
“Bu Suyit warga Bogor II kehilangan 10 gram perhiasan, karena tergiur bantuan Covid-19,” ujar warga melalui voice note (catatan suara),” 3-8-2021.
Diminta mengurai peristiwa yang modusnya sama, Penewu Playen tidak berani berspekulasi.
Akurasi yang menyangkut tempat tinggal korban sangat tidak mungkin dikuasai oleh penipu, karena dia bukan penduduk setempat.
Ini memancing kecurigaan, diduga ada orang yang berperan sebagai petunjuk lapangan, dan itu pasti penduduk desa atau dusun yang bersangkutan.
Koordinat korban akurat, kekayaan yang diminta selalu perhiasan. Ini pantas diduga, penipu diremote dari jarak jauh melalui alat komunikasi handphone.
Berdasarkan kemungkinan seperti itu benar, Penewu Playen dan Patuk meminta agar masing-masing dusun menggiatkan lembaga Jaga Warga untuk menghalangi masuknya penipu yang sama. (Bambang Wahyu)













