Kalurahan Baleharjo Ditetapkan Sebagai Kalurahan Moderasi Beragama dan Sadar Kerukunan

754

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI menyelenggarakan dialog lintas agama dan sosialisasi moderasi beragama untuk Kabupaten Gunungkidul, Sabtu, (27/03/2021). Kegiatan tersebut sekaligus sebagai penetapan Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari sebagai Kalurahan Moderasi Beragama dan Sadar Kerukunan.

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan Parangkusumo Hotel Ross-In Yogyakarta dibuka oleh Sekjen PKUB Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag.,

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi DIY, Drs. H. Edi Gunawan, M.Pdi., Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta, Kepala Kemenag Gunungkidul H. Arief Gunadi dan sejumlah undangan lainnya.

Edi Gunawan, dalam sambutannya mengatakan, bukan tanpa alasan dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat penyelenggaraan dialog lintas agama, karena DIY memiliki branding city of toleran yaitu kota yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi.

“Terlebih di Kabupaten Gunungkidul memiliki umat beragam yang sangat heterogen seluruh agama formal di Indonesia ada di Gunungkidul, namun kerukunan sangat terjaga, dan dialog inilah merupakan kunci membangun komunikasi, karena dengan komunikasi yang baik maka keharmonisan akan terwujud”, ungkap Edi.

Ditempat yang sama, Sekjen PKUB, H. Nizar juga menyatakan, bahwa dengan dialog dapat mengetahui dan mengurai permasalahan serta mampu memilihara moderasi kerukunan umat beragama. Dengan terwujudnya dialog dan komunikasi yang baik harapanya kasus-kasus intoleransi dapat diminimalisir.

Sebelum acara diakhiri dengan pemukulan gong, Bupati Gunungkidul mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Agama yang telah menyelenggarakan dialog lintas agama. Sunaryanta meyakini, kegiatan seperti ini akan memberikan manfaat yang besar dan mampu menjaga kondusifitas toleransi antar umat beragama.

“Dengan peran serta dan sinergi seluruh elemen masyarakat, seluruh lembaga keagamaan yang ada Alhamdulillah di Gunungkidul tidak ada intoleransi,” tutup Sunaryanta. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.