Bupati Sunaryanta Terjepit di Tengah Stagnasi Perekonomian Dunia

445

WONOSARI-SABTU PAHING | Karena pandemi Covid-19 pipa perdagangan eksport import tersumbat, kemudian penerbangan terkait pariwisata juga terhambat.

Sebulan penuh sejak 26-2-2021 hingga 26-3-2021 duduk di kursi Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengakui bahwa menggerakkan roda perekonomian Gunungkidul agak susah.

Sunaryanta berpandangan bahwa mesin pertumbuhan ekonomi adalah perdagangan barang. Tetapi menurutnya saluran eksport baik laut maupun udara terblokir oleh Covid-19.

“Kita nggak bisa banyak bergerak,” ujar Sunaryanta di Rumah Dinas Bupati, usai menerima DPC Gerindra Gunungkidul Jumat malam 26-3-2021.

Gunungkidul seperti terjepit, karena perekonomian Indonesia sebagaimana diutarakan Menkeu Sri Mulyani pertumbuhannya negatif di angka 2,0%.

“Tetapi saya masih melihat bahwa perekonomian Gunungkidul tetap bisa digerakkan, walaupun relatif lamban,” kata Bapak dua anak kelahiran Gunungkidul 9 November 1970 ini.

“Memproduksi besar-besaran aneka budidaya pertanian bisa dilakukan, tetapi pasar internasional terhalang Covid-19,” tegas Bupati.

Pandangan Sunaryanta sedikit berbeda dengan pidato politik saat dia usai melaksanakan Sertijab 1-3-2021 silam.

Kala itu Sunaryanta mengatakan, bahwa warga Gunungkidul dipersilakan memproduksi tanaman pangan, karena pasarnya sangat terbuka. Waktu itu dia menyebut singkong bahan baku mocaf.

Fakta menunjukkan pariwisata dan investasi pun terdampak. Menurutnya pengembangan ekonomi kawasan khusus, terutama Baron ke arah timur sangat terbuka. Tetapi sepanjang 7 Km tanah pantai itu telah berpindah ke tangan pemodal besar.

“Empat kilometer Baron ke Barat, juga demikian,” tegas Bupati.

Bupati Sunaryanta berharap bahwa segenap elemen masyarakat bergerak bersama Pemda mengatasi dampak Covid-19 yang mematikan berbagai lini kegiatan manusia. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.