OPINI

KASUS DADAPAYU: DEWAN TIDAK PROFESIONAL

WONOSARI, Sabtu Wage-Kisruh Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu bernuansa konflik pribadi. Angota DPRD Gunungkidul, Komisi A yang membidangi pemerintahan tidak menjalankan fungsi pengawasan dengan baik. Publik kecewa cara kerja wakil rakyat tidak profesional. Mereka lebih mengedepankan kunjungan ke luar daerah, ketimbang “ngaruhke desa”.

Gejolak Dadapayu, baik kecil atau besar, kata kuncinya terletak pada sikap sebagian warga yang menyatakan, Kades Rukamto harus mundur atau turun dari jabatan. Ini hampir mirip kasus Basuki Tjahaya Purnama, yang penting Ahok masuk penjara.

Sikap sebagian warga dalam bentuk pernyataan setengah tertutup di atas, tidak pernah terlihat oleh anggota DPRD Gunungkidul, notabene Komisi A, karena mereka memang tidak pernah mau terjun ke Dadapayu. Komisi A tidak menjalankan fungsi kontrol.

Hal ini bertentangan dengan Tata Tertib DPRD Gunungkidul No. 19 Tahun 2014, sebagaimana telah diubah menjadi Tatib No. 21 Tahun 2015.

Bagian kedua, pasal 4, ayat (1), huruf c. memuat, bahwa DPRD Gunungkidul mempunyai fungsi pengawasan.

Selanjutnya pada ayat (6) dijabarkan, dalam rangka menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud  ayat 1, DPRD Kabupaten/Kota menjaring aspirasi masyarakat.

Selama Desa Dadapayu kisruh setahun lebih, Komisi A DPRD Gunungkidul, tidak melakukan apa-apa kecuali hanya memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dianggap bertanggungjawab melakukan pembinaan Kades dan Perangkat Desa.

Komisi A tidak punya inisiatif mendengarkan suara rakyat Desa Dadapayu baik yang pro Rukamto maupun yang kontra. Sementara itu pada musim pilihan legeslatif mereka agresif merayu suara.

Konyol, ini benar-benar konyol sekaligus memilukan. Bobot intelektualitas mereka patut dipertanyakan. Saya tidak berniat memprovokasi, tahun 2019 warga Dadapayu dan yang lain pantas untuk berhati-hati.

Kamis (14/09), anggota Dewan masih bercengkerama di Lampung, yang produknya tidak begitu jelas, kecuali mereka bisa mencairkan ongkos perjalanan dinas serta ubo-rampenya.

 

Penulis: Bambang Wahyu Widayadi

Tulisan di atas adalah opini. Oleh sebab itu penanggungjawab isi keseluruhan bukan pada Redaksi, melainkan pada penulis.

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

4 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

4 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

4 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

4 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

4 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

4 hari ago