PERISTIWA

Kasus ke-14 di Gunungkidul, Pedagang Kantin Gantung Diri di Sekolah

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan bunuh diri. Jika mengalami tanda-tanda depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk mengakhiri hidup, sebaiknya segera melakukan konsultasi ke psikolog, psikiater, atau pihak-pihak terkait.

 

GUNUNGKIDUL – MINGGU KLIWON |Gantung diri (gandir) kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kali ini seorang lelaki paruh baya, ditemukan tewas gantung diri di Kantin Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif Ponjong, Gunungkidul, Minggu (27/07) sore. Sehingga, sejak Januari hingga Juli 2025 tercatat 14 kasus gandir terjadi di Gunungkidul.

Diduga depresi, Isnu Gusmarwanto (41) warga Karang Ijo Kulon, Kalurahan Ponjong, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, nekat gantung diri di kantin SMK Ma’arif, Padukuhan Koripan 1, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul.

Dibenarkan Kapolsek, melalui Kasi Humas Polsek Ponjong. Kepada awak media, Aiptu Jayadi menjelaskan, bahwa peristiwa tersebut diketahui pada sekitar pukul 14.20 WIB, kemudian dilaporkan ke-Polsek Ponjong pada sekitar pukul 14.30 WIB.

Sebelumnya, pada sekitar pukul 12.00 WIB, korban berpamitan untuk menyiapkan dagangan di kantin sekolahan.

“Istri korban mencari keberadaan suaminya, karena sebelum pukul 12.00 WIB, korban berpamitan untuk menyiapkan dagangan,” katanya.

Setelah dilakukan pencarian di lingkungan sekolah, didapati sepeda motor milik korban berada di depan kantin milik korban.

“Setelah dicek ke-kantin, pintu kantin tidak terkunci, pintu terlihat terbuka sedikit. Dari pintu kantin terlihat posisi korban menggantung di blandar kantin menggunakan seutas tambang warna orange,” tambahnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan dokter jaga Puskesmas Ponjong 2, dan Anggota Polsek Ponjong, korban dinyatakan meninggal dunia murni lantaran gantung diri, serta tidak ditemukan tanda luka Kekerasan.

“Korban gantung diri diduga lantaran frustasi atau depresi,” pungkasnya.

Dikutip dari data Polres Gunungkidul, hingga Juli 2025, tercatat 14 kasus gantung diri terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Penulis: Akbar Nhs
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v
infogunungkidul

Recent Posts

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

1 hari ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 hari ago

Indikasi Praktik Manipulasi TPR Baron, DPRD Minta Audit Menyeluruh

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON, Persoalan tata kelola pendapatan sektor pariwisata khususnya wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul, masih…

1 minggu ago

Lupa Matikan Kompor, dua Rumah Ludes Terbakar Berikut Perhiasan dan Uang Tunai

TANJUNGSARI - SENIN KLIWON, Rumah milik Karim (71) warga Padukuhan Panggang 02/10, Kalurahan Kemiri, Kapanewon…

1 minggu ago

Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

YOGYAKARTA-SENIN KLIWON, Lintas generasi alumni Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar acara halalbihalal nasional di Swiss-Belresidences…

1 minggu ago

Kronologi Lengkap Penemuan Mayat Kering di Dalam Mobil Terparkir

YOGYAKARTA - MINGGU WAGE, warga Dusun Tiyasan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, provinsi DIY…

1 minggu ago