PERISTIWA

Kaum Muda Jadilah Leader, Jangan Jadi Dealer Indonesiamu

WONOSARI – Minggu Legi | Bangsa Indonesia lahir tanggal 28 Oktober 1928. Awalnya,  dirintis oleh anak-anak muda yang usianya masih ada di belasan tahun. Mereka memiliki jiwa leader, bukan semangat dealer.

“Datuk Natsir Pamuncak (19) pemuda Minang, Ahmat Subardjo (18) pemuda dari Walikukun, Ngawi, Jawatimur, dan Muhammad Hatta (16) pemuda Minangkabau, adalah pemantik lahirnya Sumpah Pemuda” ujar Ustad Muhammad Jasir, ASP, pada kuliah politik di Aula DPRD Gunungkidul, Sabtu siang, (12/10/19).

Vodeo terbaru:

Bahkan, menurut catatan Jazir, yang Takmir Masjid Jogokaryan ini, Indonesia ada jauh sebelum Sumpah Pemuda terdeklarasikan. Itu diketahui, kata dia, dari uraian pakar etnografi sekaligus antropologi berkebangsaan Jerman, Adolf Bastian.

Fakta sejarah menunjukkan, kesadaran akan rasa kebangasaan itu muncul pada usia sangat bocah. Bangsa Indonesia itu, tegas Muhammad Jazir, dibangun oleh anak muda, bukan oleh generasi lain.

Soekarno dan kawan-kawan, di tahun 1945 lebih gila lagi. Mereka secara monumental menyatakan perang terus-menerus kepada negara yang tidak memiliki komitmen terhadap kemanusiaan dan keadilan.

Roh pernyataan perang itu berbunyi,”  Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.”

Pembukaan UUD 1945, Paragraf 1, menurut Muhammad Jazir adalah genderang perang. Hingga kini masih bertalu-talu, hanya saja telinga yang mendengarnya cuma sedikit.

Penjajahan di atas dunia, tidak sebatas berada di pucuk bedil, tetapi juga di pucuk pikiran. Itu sebabnya Muhammad Hatta memutuskan bahwa simbol keindonesiaan adalah peci hitam, bukan topi.

Artinya, Bangsa Indonesia sangat mengandalkan nalar, namun tetap mengingat keagungan Allah Ta’alla, tidak atheis.

Pikiran yang berzikir menurut Jazir potensinya ada di kaum muda. Tidak sesekali kawula muda boleh mengkhianati amanat Paragraf 1 Preambul UUD 1945.

“Kaum muda kader PKS, jadilah kalian leader dan jangan sesekali menjadi dealer Indonesia,” demikian pesan Jazir menutup kuliah politiknya.

Bambang Wahyu Widayadi

infogunungkidul

Recent Posts

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

1 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

2 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

2 hari ago

Kekeringan di Gunungkidul, UPZ UP45 Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih di Ngawen

GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…

4 hari ago

Puluhan Gambar Muncul, Berikut Hasil Lengkap Bukaan Cupu Kyai Panjala

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…

7 hari ago

Hari Jadi ke-196, Bupati – Wakil Bupati Gunungkidul Kian Memanas

GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…

1 minggu ago