WONOSARI-Minggu Legi | Tidak pernah diduga sebelumnya, para pedagang kuliner super cepat berfikir responsif. Mereka memanfaatkan (menjual) landscape (pemandangan alam) untuk menarik pengunjung.
Hargodumilah yang sebagian area masuk Kabupaten Bantul, Watuamben, Manglung, Ngoro-Oro, juga Kopi Limo, di Kabupaten Gunungkidul, awal kemunculannya karena dominasi view yang memang menarik.
Video Pilihan:
Kalau pengusaha kuliner itu dianggap berhasil (laris) tentu bukan karena sajian menu makanan dan minuman saja. Pemandangan alam, tempat menawarkan jajanan merupakan salah satu pemantik, sehingga pengunjung membludak.
Hargodulimah, Watuamben, Manglung dan mungkin yang lain, kalau mau disebut destinasi pasti tidak pas. Kawasan itu secara formal tidak dikelola oleh siapa-siapa. Tidak oleh Pokdarwis, tidak juga oleh Pemerintah.
Belakangan di deretan yang sama bahkan muncul Heha Sky View. Meski dagangan utamanya sama yakni kolaborasi kuliner dan landscape, penanganannya sangat personal (swasta/perorangan). Indikasi personalitas itu sangat jelas, masuk area pengunjung harus merogoh kocek Rp 10.000,00 hingga Rp 15.000,00 per orang
Page: 1 2
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…