Pemegang Modal Bebas Menjual Alam Atas Nama Pariwisata

487

WONOSARI-Minggu Legi | Tidak pernah diduga sebelumnya, para pedagang kuliner super cepat berfikir responsif. Mereka memanfaatkan (menjual) landscape (pemandangan alam) untuk menarik pengunjung.

Hargodumilah yang sebagian area masuk Kabupaten Bantul, Watuamben, Manglung, Ngoro-Oro, juga Kopi Limo, di Kabupaten  Gunungkidul, awal kemunculannya karena dominasi view yang memang menarik.

Video Pilihan:

Kalau pengusaha kuliner itu dianggap berhasil (laris) tentu bukan karena sajian  menu makanan dan minuman saja. Pemandangan alam, tempat menawarkan jajanan merupakan salah satu pemantik, sehingga pengunjung membludak.

Hargodulimah, Watuamben, Manglung dan mungkin yang lain, kalau mau disebut destinasi pasti tidak pas. Kawasan itu secara formal tidak dikelola oleh siapa-siapa. Tidak oleh Pokdarwis, tidak juga oleh Pemerintah.

Belakangan di deretan yang sama bahkan muncul Heha Sky View. Meski dagangan utamanya sama yakni kolaborasi kuliner dan landscape, penanganannya sangat personal (swasta/perorangan). Indikasi personalitas itu sangat jelas, masuk area pengunjung harus merogoh kocek Rp 10.000,00  hingga Rp 15.000,00 per orang




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.