WONOSARI – Senin Pon | Desa Budaya Desa Putat, Kecamatan Patuk menyadari sulitnya menggerakkan keajegan pentas seni aneka budaya tradisional. Dikonfirmasi, Agus Kamtono, Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul tidak memungkiri kenyataan serupa itu.
Menurut Kadinas Kebudayaan, seni tradisional di Gunungkidul baik jumlah maupun ragam sangat banyak. Ada yang hidup segan mati tak mau, tapi banyak juga yang eksis. Ada kesenian tradisional yang memang susah untuk didongkrak karena penggemarnya hampir tidak ada atau sedikit sekali.
“Contohnya rinding gumbeng,” ujar Agus Kantono, (18/06).
Ukuran eksis itu, menurutnya tidak harus banyak yang nanggap, tapi manakala dipentaskan masyarakat masih banyak yang menyukai.
Page: 1 2
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…