Keajegan Pembiayaan Pentas Seni 144 Desa Masih Tergantung Pemerintah

192

WONOSARI – Senin Pon | Desa Budaya Desa Putat, Kecamatan Patuk menyadari sulitnya menggerakkan keajegan pentas seni aneka budaya tradisional. Dikonfirmasi,  Agus Kamtono, Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul tidak memungkiri kenyataan serupa itu.

Menurut Kadinas Kebudayaan, seni tradisional di Gunungkidul  baik jumlah maupun ragam sangat banyak. Ada yang hidup segan mati tak mau, tapi banyak juga yang eksis. Ada kesenian tradisional yang memang susah untuk didongkrak karena penggemarnya hampir tidak ada atau sedikit sekali.

Ngerumpi Seni Tradisional Hidup Segan Matipun Tak Mau

“Contohnya rinding gumbeng,” ujar Agus Kantono, (18/06).

Ukuran eksis itu, menurutnya  tidak harus banyak yang nanggap, tapi manakala dipentaskan masyarakat masih banyak yang menyukai.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.