Kedapatan Mencuri Helm Warga Wonosari Hampir Saja Menjadi Bulan-Bulanan Warga

662

WONOSARI-RABU LEGI | Kedapatan mencuri helm AM (27) warga Kapanewon Wonosari hampir saja menjadi bulan-bulanan warga. Aksi pencurian tersebut diketahui setelah pemilik helm membagikan hasil rekaman CCTV di jejaring sosial Rabu, (20/01/2021).

Pemilik helm, Anis Dwi (36) warga Padukuhan Trimulyo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari  mengatakan, bahwa kejadian tersebut bermula saat ia jajan di warung angkringan milik Tomo warga Padukuhan Kepek I, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari.

Anis, saat itu memarkirkan sepeda motornya di depan angkringan. Karena hujan, ia lantas memarkirkan kendaraannya di teras sebuah Showroom yang agak jauh dari tempat ia jajan.

Setelah hujan mereda, Anis bergberanjak dari angkringan, bermaksud mengambil kendaraannya. Ia kaget, lantaran helm berwarna hitam merk INK yang ia letakkan di sepeda motornya telah lenyap.

“Saya kira hlem saya di pinjam orang begitu,” kata Anis.

Saat itu, Anis berpesan kepada pemilik angkringan untuk menyimpan helm jika memang telah ada yang meminjamnya.

Namun, hingga Keesokan harinya, Rabu (20/01/2021) pagi, Anis tak mendapatkan kabar apapun dari pemilik angkringan.

Lantaran Penasaran, Anis kemudian menghubungi pemilik showroom untuk melihat rekaman pada kamera CCTV.

“Ternyata benar diambil orang, sebelumnya saya lihat orang mondar-mandir naik Honda Supra, memang awalnya saya tidak curiga sama sekali,” tambahnya.

Karena merasa geram dengan tindakan pelaku, Anis pun memfoto layar komputer hasil rekaman CCTV dan berniat menyebarkan melalui media sosial.

Tak lama kemudian, Anis pun menemukan petunjuk, bahwa diketahui yang mengambil helm adalah AM warga Wonosari.

“Saya langsung ngabari teman saya, AM ini ternyata ngak cuma sekali dua kali melakukan perbuatan serupa, akhirnya dia dibawa ke lokasi dekat showroom, bahkan hampir saja jadi bulan-bulanan warga, akhirnya saya bawa ke Polsek Wonosari,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Wonosari Kompol Mugiman saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Mugiman, AM dibawa ke Polsek, namun kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan.

“Helm hasil curian dikembalikan oleh pelaku, korban juga menerima secara kekeluargaan tidak sampai pengadilan karena taksiran kerugiannya kecil,” ucap Mugiman. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.