Kemarau Panjang, Warga Berebut Bantuan Air Bersih

1421

PONJONG-KAMIS PAHING | Musim kemarau pada sekitar 5 bulan terakhir membuat warga Padukuhan Gimeng, Kalurahan Sumbergiri, Kapanewon Ponjong terpaksa berebut bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten.

5000 Liter bantuan air BPBD Gunungkidul habis diperebutkan warga. Maklum saja, hal itu lantaran harga air yang menembus Rp 140 ribu per tangki dirasa sangat memberatkan warga.

Tua, muda secara silih berganti mereka tampak mengisi ember hingga dirigen bahkan toples dengan air bersih bantuan.

Diketahui, semenjak kemarau datang sumber air bersih di tempat tersebut menjadi kering, hingga warga kesusahan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari – hari. Kondisi tersebut diperparah dengan tidak meratanya pipanisasi dari PDAM.

“Belum lagi di tengah masa pandemi seperti ini, harga air bersih di tempat kami berkisar antara Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu rupiah untuk satu tangki kapasitas 5000 liter, itupun hanya mampu digunakan warga selama tiga hingga satu minggu,” kata salah seorang warga Padukuhan Gimeng, Suparmi Kamis (08/10/2020) pagi.

Warga pun tak memiliki opsi lain selain mengandalkan bantuan dari pemerintah ataupun pihak swasta selama musim kemarau tiba.

Sementara itu, Ketua RT setempat Suhardi mengatakan, kekeringan yang terjadi di Padukuhan Gimeng sudah terjadi sejak puluhan tahun lamanya. Dimana setiap musim kemarau tiba warga selalu disibukan dengan susahnya mendapatkan air bersih.

Menurutnya, dalam satu kali pengambilan bantuan air bersih warga dapat membawa 5 sampai 8 dirigen air bersih yang dapat digunakan warga selama satu hari untuk keperluan mencuci, mandi, memasak hingga untuk minum.

“Warga berharap solusi terbaik yang diberikan pemerintah untuk mengatasi permasalahan air bersih, agar warga tak perlu lagi berebut bantuan air bersih selama musim kemarau tiba,” paparnya. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.