Kembali Terjadi Gantung Diri Ke-13 di Tahun 2025

1502
Disclaimer: Artikel ini bukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan bunuh diri. Jika mengalami tanda-tanda depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk mengakhiri hidup, sebaiknya segera melakukan konsultasi ke psikolog, psikiater, atau pihak-pihak terkait.

 

GUNUNGKIDUL-SENIN KLIWON|Peristiwa gantung diri (gandir) kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta. Kali ini Ngadinem (64) warga Padukuhan Ngasem 01/11, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, dilaporkan meninggal bunuh diri dengan cara gandir, Senin (07/07) pagi.

Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna, S.H., mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pukul 06.30 WIB, dan dilaporkan ke Mapolsek Tanjungsari pada pukul 06.45 WIB.

Berdasarkan laporan tersebut, lokasi gantung diri diketahui di pekarangan milik Parmo Sentono atau tepatnya berada di belakang rumah korban, Padukuhan Sumuran 04/03, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, yakni pada hari Senin 07 Juli 2025, sekitar pukul 06.30 WIB disebutkan Agus Fitriyatna, salah satu saksi kejadian bermaksud hendak pergi ke kamar mandi.

“Kemudian melihat korban telah menggantung di blandar kayu belakang rumah,” tulisnya tanpa menyebut nama saksi.

Atas kejadian tersebut, demikian kata Agus Fitriyatna, selanjutnya saksi memberitahu tetangga sekitar untuk meminta bantuan.

Saat ini Anggota Polsek Tanjungsari bersama tim medis dibantu warga sedang melakukan evakuasi jenazah korban.

Diketahui, hingga hari ini setidaknya tercatat 13 kasus gantung diri terjadi di Kabupaten Gunungkidul pada awal hingga Juli 2025.

Penulis: Akbar Nhs
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.