PATUK, Rabu Pon– Hingga Minggu (20/05) malam Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir 2.500 konten berisi muatan negatif di media sosial. Masih ada sekitar 9.500 konten lagi yang masih disaring oleh petugas, namun sudah mengarah ke terorisme, radikalisme, dan ekstrimisme.
Hal ini disampaikan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)
saat melakukan kegiatan bakti sosial dan safari Ramadhan memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2018 di Pesantren Al Mumtaz, Kecamatan Patuk, Senin (21/5/2018).
“Saya mengapresiasi peran serta masyarakat yang telah memberikan informasi, karena tidak bisa Kemenkominfo atau polisi saja,” tandasnya, dihadapan santri, tokoh masyarakat dan agama.
Dalam menyelesaikan pemblokiran konten negatif ini tidak ada target. Pihaknya akan bergerak cepat, karena masalah terorisme adalah masalah nyawa.
Dibeberkan, saat ini masih ada 9.500 konten lain yang masih disaring oleh petugas, namun sudah terindikasi ke arah terorisme, radikalisme dan ekstrimisme.
“Konten yang diblok sebagian besar berada di Instagram, Facebook dan Youtube,” pungkasnya. (Jok)
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…