Categories: PENDIDIKAN

Kenalkan Lingkungan, SMK Ini Ajak Siswanya ke Bangsal Sewokoprojo

WONOSARI, Senin Pon–Ada yang menarik di hari pertama masuk sekolah kali ini. Jika umumnya sekolah mengadakan orientasi dan pengenalan siswa dilingkungan sekolah, lain halnya dengan SMK ini. SMK Kesehatan Wonosari justru mengajak para siswa baru melakukan pengenalan lingkungan dengan mendatangi Bangsal Sewokoprojo Pemkab Gunungkidul, Senin, 17/7/2017.

Di hadapan bupati, Kepala SMK Kesehatan Wonosari, Drs. Panut, dalam laporannya menyampaikan bahwa rekrutmen peserta didik baru oleh sekolahnya dilakukan dengan turun ke bawah alias ke SMP/MTs di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

“Dari angket yang disebarkan terdapat 513 siswa tertarik bersekolah di SMK Kesehatan Wonosari, kemudian yang mendaftarkan ada 135 anak,” jelas Panut.

Untuk menjadi peserta didik baru di SMK Kesehatan Wonosari, para calon siswa harus melalui tahap seleksi tertulis, kesehatan, dan wawancara.

“Dari hasil seleksi kemarin ada 128 anak yang lolos dan saat ini ada 100 anak yang diterima di SMK Kesehatan Wonosari,” jelas Panut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Gunungkidul, Ir. Ganis Wirawan,MM., dalam sambutannya  menyampaikan   bahwa sesuai dengan visi misi SMK Kesehatan yaitu menjadikan Sekolah menengah kejuruan yang profesional dan meningkatkan daya saing peserta didik ditingkat nasional maupun internasional melalui pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan.

“Diharapkan lulusan SMK Kesehatan selain siap kerja juga bisa mandiri, antara lain dengan memanfaatkan tanaman herbal disekitarnya sebagai obat alternatif sehingga derajat kesehatan masyarakat Gunungkidul bisa meningkat,”terang Ganis.

Pada kesempatan ini Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos menegaskan bahwa kegiatan pengenalan lingkungan sekolah di wilayah Kabupaten Gunungkidul tidak mentolerir kekerasan dalam bentuk apapun.

“Pengenalan lingkungan sekolah di SMK Kesehatan Wonosari lebih baik berisikan  materi tentang narkoba, lalu lintas, dan kesehatan masyarakat. Jangan ada bullying maupun kekerasan dalam bentuk lainnya,” tegas Badingah.

Bupati mendorong SMK Kesehatan senantiasa melakukan koordinasi dan sinergi dengan semua pihak, baik pemerintah pusat maupun Pemkab Gunungkidul termasuk masyarakat sekitar.

“Selain itu tetap mengikuti regulasi penyelenggaraan pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

Badingah mengharapkan SMK Kesehatan juga memberikan  tambahan materi untuk pelatihan baby sitter (perawatan bayi) dan perawatan jompo atau lansia yang saat ini banyak dibutuhkan masyarakat dengan imbalan yang relative  besar.

“Keberadaan SMK Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul diharapkan bisa menciptakan kader-kader kesehatan yang siap kerja sehingga bisa mengatasi pengangguran di Kabupaten Gunungkidul,” pungkas Badingah. Red

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

5 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

6 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

1 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago