WONOSARI-SENIN PON | Pegawai Negeri Sipil (PNS) Gunungkidul berjumlah 9.090 orang. Mereka didorong agar membeli beras produksi petani setempat. Jatah pembelian ditentukan, harga sesuai pasar.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Rismiyadi, SP. M.Si. menyebutkan, untuk mensuplai beras Gunungkidul menyiapkan lumbung pangan di Kapanewon Semin, dan Ponjong.
“Masing-masing berkapasitas 80 dan 20 ton,” kata Rismiyadi, Senin 6-2-2023.
Bekerjasama dengan 25 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) tetapi sekarang baru 15 yang terjalin koordinasi, Dinas Pertanian dan Pangan gencar menggalakkan program tersebut.
“Setiap PNS dijatah 5 kg dengan harga Rp 11.000,00 tiap kilo. Ini untuk mengangkat pendapatan petani setempat,” terang Rismiyadi.
Sementara data kependudukan yang diterbitkan Dinas Dukcapil, jumlah PNS GunungkIdul Semester 1 tahun 2022 adalah 9.090 orang.
Jika setiap PNS didorong membeli 5 kg, maka Dinas Pertanian Pangan di dus lumbung itu perlu menyediakan beras lokal sebanyak 9.090 × 5 kg = 45.450 kg per bulan.
Lumbung beras di Semin dan Ponjong mencukupi kebutuhan PNS mudah dihitung.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho bilang,” Di samping Semin dan Ponjong ada lumbung lain di mana lagi,” tanya dia seperti meragukan.
Sementara itu anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PAN sependapat dengan terobosan Kadinas Pertanian Pangan.
“Saya pikir kiat itu bagus, perlu didukung,” ucapnya.
Di atas kertas, beras yang dibutuhkan PNS dalam tempo setahun adalah 9.090 × 5 × 12 = 545.400 kg. Stok beras di Semin dan Ponjong hanya 100 ton atau 100.000 kg.
Terkait fakta dan data tersebut, Slamet, S.Pd. MM. menyatakan, pasti tidak semua PNS mau membeli beras seperti yang diharapkan Kadinas Pertanian Pangan.
“Meski kabarnya ada Surat Edaran Bupati, Dinas bersama OPD tidak punya daya paksa. Kan tidak,” tegas Slamet,
(Bambang Wahyu)






