Keramaian Menyambut Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

1261

WONOSARI-KAMIS PAHING | Jelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Gunungkidul menggelar rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Pam Natal dan Tahun Baru, di Bangsal Sewoko Projo (BSP) Wonosari, Kamis, (17/12/2020) pagi. Dalam koordinasi tersebut, disepakati kegiatan keramain menyambut Natal dan Tahun Baru ditiadakan.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu. Suryanto, S.Pd menjelaskan, hal tersebut dilakukan guna mencegah kerumunan masa untuk menekan laju peningkatan penyebaran Covid 19.

“Mengingat saat ini masih dalam sutuasi pandemi, masyarakat dihimbau agar tidak menggelar kegiatan yang bersifat mengundang kerumunan masa,” ungkap Suryanto, usai rapat.

Lebih lanjut Suryanto menjelaskan, seperti yang telah disampaikan Kapolres Gunungkidul AKBP. Agus Setiawan, SIK, belum lama ini Kabupaten Gunungkidul telah menyelesaikan kegiatan besar dan penting, yaitu penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul dengan lancar, tertib, sukses dan aman.

“Kepada segenap masyarakat Gunungkidul atas nama jajaran Polri, Polres Gunungkidul mengucapkan terimakasih dan rasa syukur, Pilkada 2020 dapat berjalan kondusif tanpa masalah,” ungkap Suryanto.

Lebih lanjut Suryanto menyampaikan, Operasi Lilin Progo 2020 nanti akan difokuskan pada protokol kesehatan pencegahan Covid 19. Selain itu, pihak kepolisian Polres Gunungkidul tidak akan memberikan perijinan keramaian yang dapat menimbulkan kerumuman masa.

Adapun objek vital yang akan mendapat prioritas pengamanan diantaranya tempat ibadah Gereja, Kapel, Alun-Alun Pemda, Bukit Bintang Patuk, wilayah pantai dan area wisata, pusat perbelanjaan, pasar Argosari Wonosari, toko swalayan dan jalur menuju serta kembali dari lokasi wisata.

“Tujuan dari koordinasi ini untuk memberikan gambaran tentang kesiapan Pam Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, serta terjaminnya keamanan, kenyamanan dan kesehatan masyarakat di Gunungkidul selama masa adaptasi kebiasaan baru,” tutup Suryanto. (Agus SW)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.