Categories: NASIONAL

Ketua DPR-RI: Krisis Air di Gunungkidul, Tidak Boleh Selalu Berulang

JAKARTA, SENIN KLIWON – Ketua DPR Bambang Soesatyo angkat bicara soal sejumlah wilayah di Indonesia yang masih mengalami krisis air bersih, seperti di Gunung Kidul (Yogyakarta), Kuningan, Parung (Bogor), Kalimantan Selatan, Lamongan, Banten, Cirebon, dan Cidahu (Sukabumi).

Krisis air bersih, kata Bamsoet sapaan akrab Ketua DPR, berdampak pada sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari dan terhadap produksi pangan.

Ketua DPR oleh sebab itu mendorong Komisi IV DPR dan Komisi VIII DPR segera meminta Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pertanian Daerah untuk segera merealisasikan pembangunan embung yang telah direncanakan pemerintah. Hal tersebut adalah solusi menghadapi kekeringan musim kemarau. Selebihnya Bamsoet berharap dilakukan pengiriman bantuan air bersih dan penyediaan pompa air untuk irigasi.

“Saya minta Komisi IV DPR mendesak Kementan untuk menggerakkan Pemerintah Daerah (Pemda) agar segera melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan serta mencari solusi, guna melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi permasalahan lahan puso dan krisis air bersih di setiap daerah,” ujarnya dalam siaran pers Senin (13/08)

Bamsoet juga mendorong Komisi IV DPR meminta Kementan didampingi oleh Pemda memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada petani mengenai lahan yang dimiliki, sehingga petani dapat menanam jenis tanaman sesuai dengan kondisi lahan yang ada.

“Saya mendorong agar Komisi VIII DPR meminta BPBD memantau wilayah yang terdampak kemarau. Harus dipastikan pemerintah selalu mengirim air di sejumlah daerah, dengan mengirimkan bantuan air bersih,” tandasnya.

Komisi II, IV, V, dan Komisi VII DPR harus meminta kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bersama Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan kajian dan inovasi terhadap masalah krisis air.

Lembaga di atas perlu memetakan daerah yang tidak memiliki air bersih, sekaligus memperbaiki sistem irigasi, sehingga masalah tersebut dapat teratasi dan tidak selalu berulang.

Dirinya mengimbau masyarakat untuk menggunakan air seperlunya serta membuat sumur resapan untuk menjaga ketersediaan air tanah. (tan/Red)

infogunungkidul

Recent Posts

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

1 hari ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

4 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

3 minggu ago