MAKASAR, SELASA PON-Kecepatan Informasi di era digital tak terlepas dari kecanggihan teknologi yang kian maju, seiring perkembangan jaman, media sosial pun tumbuh bak jamur dimusim penghujan, dengan cepatnya merambah dari pusat kota hingga ke wilayah pelosok desa. Menyentuh semua kalangan hanya dengan sebuah gadget digenggaman, masyarakat moderen dengan mudah memperoleh informasi yang tak terbatas.
Demikian diutarakan oleh Ketua IWO Sulsel, Zulkifli Thahir, SE, dalam keterangannya, Makasar, Sulsel, Senin (2/5).
Zul kerap disapa menyampaikan, pada acara ngopi bareng dan diskusi kecil bersama sejumlah pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel, di Rumah Aspirasi Jalan Maccini Sawah, Sabtu 31 Maret 2018, lalu. Bahwa menilik perkembangan peradaban manusia, sosial media (Sosmed) merupakan alat yang paling mudah untuk menyampaikan informasi tanpa batasan usia, ruang dan waktu.
“Yang terkadang mengindahkan keakuratan dan keabsahan penyebaran informasi, sehingga menghasilkan penafsiran berbeda bahkan cenderung membenturkan pemikiran para pembaca yang mengakibatkan perdebatan panjang bahkan dapat memicu konflik eksternal,” tutut dia.
Oleh karena itu peran Media Online sebagai distributor informasi memiliki peranan penting dalam menyajikan informasi yang berimbang, akurat, faktual dan terpercaya, terkhusus dalam menangkal pemberitaan bohong (Hoax).
“Membahas tentang peradaban manusia moderen dalam mentransformasikan sebuah informasi sehingga terhindar dari pemberitaan Hoax dan bagaimana komitmen IWO sebagai organisasi Pers yang menaungi ratusan Media di Indonesia dalam menangkal pemberitaan bohong.” kata Zulkifli Thahir.
Pengurus Ikatan Wartawan Online Sulsel sejak dikukuhkan tahun 2017 silam, telah mendeklarasikan Gerakan Makassar Anti Hoax pad tanggal 25 Januari 2017 kemudian kembali mendeklarsikan IWO Sulsel Anti Hoax pada tanggal 17 Mei 2017. Sejak itulah kampanye anti hoax mulai digencarkan oleh IWO dengan melakukan MoU dengan beberapa instansi seperti KPU Sulsel, Kodam XIV Hasanuddin, DPRD Prov. Sulsel, Dinas Pendidikan Kota Makassar serta menggelar dialog-dialog publik dengan tema Hoax.
Dengan semangat tersebut, Ketua IWO Sulsel terus berharap kepada anggota IWO yang tergabung di dalamnya agar mampu meredam isu-isu hoax yang selama ini marak.
Selain itu Ketua OKK MPW Pemuda Pancasila Sulsel yang akrab di sapa Abang Chuleq, mengharapkan kepada elemen stokholder bersinergi dengan para awak media untuk membangun keharmonisan antara pemerintah dan organisasi Pers yang lahir di Makassar.
Ia pun tak menampik diera kemajuan sekarang banyak segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab menjadikan peran media sebagai ladang untuk menghasut dan menakut-nakuti.
“IWO adalah wadah bagi kita semua, dan IWO ini sebagai aspirasi Warga Sulawesi Selatan,” tutupnya.
Diketahui, IWO adalah organisasi profesi wartawan online pertama di Indonesia yang berdiri pada tanggal 8 Agustus 2012 di Jakarta, kemudian merambah dengan cepat ke berbagai wilayah di Indonesia. Di Sulsel sendiri IWO telah berdiri di 12 Kabupaten/kota menaungi ratusan wartawan online. (**iwo)
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…