WONOSARI-SABTU LEGI | Di Kapanewon Semanu Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 1831 ada tokoh yang bergelar Panji.
Tokoh tersebut adalah Raden Panji Harjodipuro yang kemudian diklaim sebagai pelaksana tugas harian (PTH) Bupati Gunungkidul pertama Mas Tumenggung Pontjodirjo.
Ini menarik dan mengusik perhatian tentang ada tidaknya benang merah antara GunungkIdul dengan Kerajaan Jenggala dan Kediri.
Sebutan Panji secara literer merupakan khasanah sastra lama seperti yang banyak diketahui orang ada tokoh bernama Raden Inu Kertopati alias Panji Asmoro Bangun.
Dia seorang pangeran yang menjalin asmara dengan Galuh Tjondrokirino dan berakhir dengan happy ending.
Terkait Raden Panji Harjodipuro apa ada hubungan kekerabatan dengan Panji Asmoro Bangun, Ir Kelick Agung Nugroho, generasi Ke-7 dari Raden Panji Harjodipuro bertutur secara runtut.
Sebetulnya, demikian Kelick Agung Nugroho membuka cerita, tidak ada hubungan antara Panji Asmorobangun dengan Panji Harjodipuro.
Kebetulan saja sama sama bergelar Panji. Sejarah tentang pemerintahan Gunungkidul itu memang sering muncul berbagai versi pada saat akan ada hari jadi GunungkIdul seperti 27 Mei 2022 mendatang.
Dan versi itu tergantung siapa yang menuturkan karena memang ada kepentingan, namun dari serangkaian kisah itu rasanya yang lebih masuk akal adalah yang memiliki monumen atau sejarah cukup jelas.
“Dalam hal ini yang benar tentu versi dari kami, sebab kamilah satu satunya keluarga yang punya makam eyang Panji. Setiap tahun selalu dikunjungi Pemda sebagi bukti eksistensi seorang tokoh pemerintahan,” ujar Kelick Agung Nugroho, di Purbosari, Wonosari, Jumat (29-4-2022).
Tetapi, lanjut Kelick, jika ditanya secara otentik hitam di atas putih dalam bentuk manuskrip kami tidak punya. Jadi sebatas cerita yang diriwayatkan oleh eyang kami bahwa bupati pertama Gunungkidul itu memang Raden Mas Tumenggung Poncodirjo, namun beliau tidak bisa menjalankan tugas sampai selesai, hanya beberapa saat.
Beliau terkena glukoma sehingga tidak bisa melihat. Beliau tidak punya keturunan karena penyakitnya, maka Raden Panji selaku adik seperguruan Poncodirjo ditunjuk sebagai care taker Bupati Gunungkidul sampai ada Bupati baru definitif, yakni Raden Tumenggung Prawirosetiko.
“Tentang anak Raden Panji Harjodipuro ada 2 wanita. Salah satu dari mereka (yang tua) adalah yang menurunkan saya. Jika dirunut, saya keturunan ke-7,” pungkas Kelick Agung Nugroho. (Bambang Wahyu)













