NGAWEN-SABTU LEGI | Kisah asmara seoarang pamong dengan jabatan Ulu-Ulu di Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, kini menjadi buah bibir. Panewu Kapanewon Ngawen Slamet Winarno, S. Sos, MM menyatakan, bahwa rumor yang berkembang di masyarakat benar adanya Kamis, (19/11/20).
“Menurut pengakuannya, dia akan bertanggungjawab dan bersedia menikahinya. Saat ini masih mengurus proses ijin dari isteri pertama di Pengadilan Agama Kabupaten Gunungkidul,” ucap Winarno.
Sriyanto (52) Ulu-Ulu Kalurahan Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, diketahui menjalin hubungan asamara dengan seoarang janda berinisial WNA warga Padukuhan Pangkah Kalurahan Candirejo Kapanewon Semin Kabupaten Gunungkidul.
Dari hasil hubungan asmara keduanya, kini Janda WNA, warga beda kapanewon tersebut telah mengandung benih cinta terlarang Sriyanto.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Lurah Jurangjero Suparno. Suparno mengetahui permasalahan tersebut dari pengakuan langsung bersangkutan yakni Sriyanto.
Tanpa menyebut hari maupun tanggal, Suparno menceritakan, bahwa telah kedatangan Sriyanto pada sekitar pukul 21.00 WIB yang ditemani oleh Sumarno alias Bencek warga Kalurahan Beji Kapanewon Ngawen Kabupaten Gunungkidul.
Kedatangan Sriyanto kerumahnya tersebut tak lain menceritakan hubungan asmara antara dirinya dengan seorang janda asal wilayah Kapanewon Semin yang kini telah mencuat menjadi permasalahan.
“Kesimpulanya dia menyampaikan, telah terjadi suatu permasalahan yang menimpa pada Pak Sriyanto. Karena dia seorang aparatur Pamong Kalurahan Jurangjero maka dia menyampaikan kepada saya selaku Lurah Kalurahan Jurangjero,” ungkap Suparno saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu.
Terkait hal tersebut, Suparno Lurah Jurangjero, sejauh ini masih memantau perkembangan masalah yang saat ini menimpa Sriyanto. Pihaknya pun belum mengambil langkah yang bersifat teguran maupun sanksi.
“Kami mengadakan rapat koordinasi dengan Pamong Kalurahan, Babinsa, dan Babinkamtibmas,” ucapnya.
Selain itu, Suparno juga mengakui, bahwa selama ini Sriyanto, selaku Ulu-Ulu tidak aktif masuk kerja ke kantor kalurahan untuk menjalankan ketugasanya.
“Kalau untuk kewajibannya, Saudara Sriyanto selaku Ulu-Ulu ini menurut kami sebagai atasanya ini kedisiplinannya itu kurang, masuk kantornya juga jarang, “pungkas nya. (Agus SW)
GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…
GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…