WONOSARI,SABTU KLIWON–Cerita Surahman ihwal persengketaan Patai Watu Kodok, mengutip penjelasan Camat Tanjungsari telah berakhir. Warga diminta tenang, karena Eni Supriyani selaku investor berkonsentrasi menggarap tanah kas milik Pemerintah Desa Kemadang.
Tetapi, ujar Surahman, ini adalah penjelasan Camat. Sejak 2018 Pantai Watu Kodok diserahkan ke warga pengarap untuk dikelola demi kemakmuran bersama.
Kepada Slamet, S.Pd. MM, anggota Komisi A DPRD DIY yang membidangi pemerintahan, Surahman bertutur, belakangan muncul perselisihan baru, antar sesama penggarap tanah SG Pantai Watu Kodok.
Surahman menyebut nama, Sis Sutejo mengklaim bahwa bukit bagian barat jalan ke Watu Kodok adalah tanah garapan kakek nenek dan orang tuanya.
Sementara menurut Surahman dan kawan-kawan, bukit tersebut merupakan satu kesatuan Pantai Watu Kodok. Surahman keberatan ketika Watu Kodok dipecah menjadi dua bagian.
Akibat perbedaan pandangan, konflik pun berubah bukan lagi dengan investor tetapi antar sesama penggarap tanah SG Pantai Watu Kodok.
Fakta perselisihan Pantai Watu Kodok di bawa ke meja DPRD DIY. Saat ini, menurut Slamet, S.Pd. MM, telah dibentuk Panitia Khusus (Pansus) pelacakan dan penertiban tanah SG.
“Salah satu dasar hukum yang menjadi pegangan adalah Peraturan Gubernur No. 33 Tahun 2017,” ujar Slamet. (Agung)
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…