Lima Grup Pengrawit Cilik Lahir di Bantul dalam Laga Menabuh Gamelan

2003

BANTUL , JUMAT PON – Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan lomba karawitan tingkat Sekolah Dasar. Belasan peserta tampil di aula Parasamya (03/10). Lima SD dinilai berpenampilan baik, memperoleh penghargaan.

Lomba karawitan siswa dan guru SD dilakaksanakan guna menggali potensi sekaligus istafet budaya, khususnya ketrampilan memainkan intrumen gamelan

Salah satu wali murid SD Panggang, Bambanglipura, Bantul, Wahyu Noorvia Basundara menyatakan, lomba karawitan anak membantu pembentukan karakter siswa.

“Paling tidak, peserta didik mengenal irama serta kehalusan gending. Ini pasti mempengaruhi perkemangan jiwa murid,” ujarnya (05/10).

Pegawai honorer Kecamatan Bambanglipuro ini melihat, kegiatan lomba karawitan tingkat SD mirip dengan program Disdikpora DIY, Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), yang baru-baru ini digelar di Taman Budaya Yogyakarta.

Efek kejiwaan, menurutnya cukup besar, karena murid yang terlibat dalam kegiatan seni karawitan minim 25 siswa.

Sebagaimana diketahui, lomba seni karawitan melahirkan jawara-jawara kecil di antarnya, SD Pajangan (juara 1), SD Bali (juara 2), SD Pandak (juara 3), SD Imogiri (harapan 1), SD Sedayu (harapan 2) serta SD Sanden (harpan 3).

Lomba karawitan anak dikawal 3 dewan juri, masing-masing Tri Suhatmini R, H. Jumakir, dan Drs. Wahyudi Purnomo. (Agung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.