WONOSARI-RABU PON | Lonjakan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu terakhir, berpengaruh pada kapasitas Rumah Sakit (RS) rujukan.
Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mengupayakan pasien positif untuk dapat dirawat di RS milik pemerintah, sebagai rujukan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty, mengatakan, jika dilakukan karantina mandiri perlu adanya monitoring dan assessment, sehingga bila tidak memenuhi syarat, maka yang bersangkutan tetap akan dibawa ke RS rujukan.
Sampai saat ini, RSUD Wonosari, RSUD Saptosari, dan RS Panti Rahayu masih tetap diandalkan sebagai RS rujukan bagi pasien Covid-19.
“RS swasta lain juga siap membantu jika terjadi lonjakan,” kata Dewi, Selasa (13/10/2020) sore.
Sebelumnya, Puskesmas Ponjong 2 direncanakan menjadi salah satu fasilitas kesehatan (faskes) rujukan. Namun demikian, diuraikan Dewi, setelah melalui berbagai pertimbangan, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.
“Kapasitas bed (tempat tidur) untuk pasien Covid-19 masih sangat mencukupi, sehingga tidak perlu ditambah lagi,” jelas Dewi.
Di RSUD Wonosari saja, lebih lanjut, Dewi mengatakan, bahwa kapasitas tempat tidur pasien meningkat sekitar 20-an unit. Kapasitas ini bersifat fleksibel, artinya bisa ditambah atau bahkan dikurangi sesuai kebutuhan.
Sedangkan bagi warga yang hasil Rapid Test-nya reaktif, Dewi mengijinkan untuk karantina mandiri sesuai persyaratan.
“Tapi tetap kami berikan opsi, apakah karantina mandiri atau ditempatkan di RSUD Saptosari sembari menunggu hasil swab,” ujarnya.
Terpisah, Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati membenarkan bahwa saat ini kapasitas tempat tidur meningkat 27 unit, jumlah tersebut tersebar di 5 ruangan rawat inap.
“Paling banyak di ruang Mawar untuk dewasa 17 bed, Dahlia 1 untuk anak 6 bed, Melati untuk bayi 2 bed, serta Ruang Bersalin dan ICU masing-masing 1 bed,” jelas Heru melalui pesan singkat.
Hingga sampai saat ini, diketahui RSUD Wonosari menangani 16 pasien terkait Covid-19. 5 di antaranya berstatus Suspek dan 11 lainnya konfirmasi positif. Merujuk pada data tersebut, kapasitas yang tersisa masih ada 11 unit. (Hery)













