WONOSARI, Rabu Pahing-Target Luas Tambah Tanam (LTT) padi, jagung, kedele (Pajale) musim tanam, Oktober 2017 – Maret 2018, optimis tercapai. Alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian belum berimbas pada produktifitas hasil pertanian.
Hal ini diunggkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto, Senin, (21/02).
Bambang Wisnu Broto memaparkan, Target LTT padi s 57.916 hektar, terealisasi 51.017 hektar, atau mencapai 88,09%, kekurangannya 1.91% atau 6.899 hektar.
Target LTT Jagung, kata dia, 50.702 hektar, terealisasi 48.146 hektar atau 94,96%, kekurangannya sekitar 2.556 hektar atau 5,04%.
Menurutnya, LTT padi dan jagung akan memenuhi target. Yang agak berat adalah target LTT kedele karena dipagu 5.041 hektar baru tercapai 27,76%.
Bambang Wisnu Broto beralasan, petani mulai tidak tertarik menanam kedele. Menurutnya, biaya produksi dengan hasil panen tidak imbang.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, tidak menyerah untuk mendorong petani menanam kedele.
Terkait banyaknya investor yang membeli lahan di Gunungkidul yang dialihfungsikan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian, menurutnya belum berimbas terhadap penyempitan lahan pertanian dan hasil produksi pertanian.
Ketika ke depan alihfungsi itu berdampak, Dinas Pertanian telah memperhitungkan dengan menyiapkan strategi dan technologi, sehingga ketahanan pangan tetap terjaga.
Reporter: W. Joko Narendro_ig
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…