WONOSARI, Rabu Pahing-Pemuda yang tergbung dalam Karangtaruna selama ini dinilai tidak mau bekerja sebagai petani. Anggapan serupa ditepis Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto, (28/02).
Menurut Kadinas, di beberapa tempat pemuda masih berkemauan menjadi petani kreatif, bahkan penghasilan mereka cukup menjanjikan.
Bambang menunjuk contoh kelompok pemuda di Padukuhan Selamatan, Desa Kelor, Kecamatan Karangmojo. Di sana, 25 pemuda merintis tanaman hortikultura jenis cabai. Bermula, mereka membaca buku di perpustakaan desa.
Cabai yang mereka budidayakan hasilnya cukup untuk membeli motor dan membuat rumah.
Soal Penjualan, menurut Bambang Wisnu, dilakukan secara lelang. Inilah yang membuat para pemuda, tidak lagi berkeinginan keluar dari desa.
Contoh: Garotan Kecamatan Semin, terintegrasi antara ternak, tanaman padi dan tanaman sayuran.
Pemuda Garotan, selain menggagas kelompok ternak juga membuat peralatan pemipil jagung. Kreasinya sempat dijual ke pasaran dengan harga Rp. 1,8 juta.
Di lain tempat, Pemuda Bleberan Kecamatan Playen, juga terbilang kreatif. Kawula muda Bleberan membuat percontohan tanaman bunga untuk melayani swafoto (selvie) para wisatawan.
Dari beberapa contoh, pemerintah hadir memberikan dorongan, semangat, bantuan peralatan, dan bibit yang dibutuhkan.
Reporter: W. Joko Narendro_ig
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…