Lunas PBB Sebelum Jatuh Tempo, 50 Desa Mendapat Penghargaan

201

WONOSARI, RABU LEGI-Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memberikan penghargaan kepada 50 desa yang telah melunasi PBB sebelum jatuh tempo. Penghargaan diberikan di Ruang Rapat Setda Gunungkidul, Rabu (07/11).

Penghargaan berupa uang tunai, besar kecilnya disesuaikan dengan beberapa kriteria. Bertujuan untuk motivasi Desa dalam pelunasan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) Tahun 2018 di Gunungkidul.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, (BKAD) Kabupaten Gunungkidul, Saptoyo, S.Sos, M.Si menjelaskan, pemberian penghargaan tersebut berdasarkan keputusan Bupati Gunungkidul No. 259/KPTS/2018 tertanggal 15 Oktober 2018. Keputusan tersebut, lanjut Saptoyo, guna memotivasi Desa dalam pelunasan pembayaran PBB P2 Tahun 2018. Penghargaan kepada Desa berupa uang tunai yang besar kecilnya disesuaikan dengan beberapa kriteria antara lain Kecepatan Pelunasan PBB/Waktu Pelunasan, jumlah Pokok Ketetapan PBB P2 yang dikelola, dan jumlah Obyek Pajaknya.

“Sampai dengan jatuh tempo tercatat 50 Desa telah Lunas PBB P2 sehingga desa desa dimaksud akan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” bebernya, Rabu (07/11).

Saptoyo juga menjelaskan capaian penerimaan PBB secara keseluruhan hingga saat ini telah terealisasi Rp 20,1 M. Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum pengelolaan PBB P2 termasuk pemungutannya ada trend Iebih baik. Keadaan ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh segenap aparat pelaksana pemungutan PBB P2 di Gunungkidul baik di Tingkat Kabupaten, Kecamatan , Desa hingga di Pedukuhan. Dimana sejak SPPT PBB P2 disampaikan pada bulan Maret 2018 yang Ialu sampai dengan pelaksanaan pemungutannya hingga jatuh tempo tanggal 30 September 2018 telah melakukan Iangkah-langkah koordinasi secara bersinergi dengan melakukan berbagai Intensifikasi baik di Kecamatan, Desa, maupun di tingkat Pedukuhan untuk menyelesaikan kewajiban membayar PBB P2.

Tata pengelolaan PBB P2 Gunungkidul antara Iain Bulan Pebruari sampai Maret 2018 adalah penyampaian SPPT PBB dari Kabupaten ke Desa, selanjutnya setelah Desa melaksanakan penelitian atas SPPT PBB tersebut segera disampaikan kepada Wajib Pajak sehingga Wajib Pajak segera bisa memenuhi kewajibannya membayar pajak.

Sedangkan jatuh tempo pembayaran, Saptoyo menambahkan, 30 September 2018, untuk itu bagi Desa yang dapat Lunas PBB sampai jatuh tempo akan diberikan penghargaan .

Mengingat tugas pemungutan PBB adalah tidak mudah dimana masih dijumpai berbagai persoalan di lapangan baik itu menyangkut Wajib Pajak yang tidak berdomisili di Lokasi Obyek Pajak, adanya perpindahan kepemilikan tanah yang belum dilaporkan,maupun akurasi data yang belum maksimal maka sudah layak kiranya Desa yang telah berprestasi dalam pelunasan PBB mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

Disamping itu, keberhasilan Desa Lunas PBB sebe|um jatuh tempo serta meningkatnya penerimaan tahun ini menunjukkan bahwa segenap aparat terutama petugas pungut pajak semakin serius dan lebih berhati hati dalam melaksanakan tugas pemungutan dan penyetoran PBB P2.

Dia meminta pengabdiannya agar prestasi ini terus dipertahankan, sedangkan Desa yang belum bisa Lunas sisa waktu hingga akhir Desember 2018 ini untuk dimaksimalkan.

“Mengingat uang PBB adalah uang rakyat yang telah dengan penuh kesadaran melaksanakan kewajibannya untuk membantu penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Gunungkidul,” pungkasnya.

Adapun lima desa tercepat dalam pelunasan PBB P2 antara lain, Desa Karangawen Kecamatan Girisubo, Desa Ngloro Kecamatan Saptosari, Desa Kemejing Kecamatan Semin, Desa Girijati Kecamatan Purwosari, dan Desa Melikan Kecamatan Rongkop. (Joko)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.