SI Malin Kundang hidup pada sastra Melayu, tetapi jejaknya saat ini muncul di jagat politik produk demokrasi moderen.
Sebagian pejabat politik melakukan pembangkangan terhadap rakyat selaku orang tua yang melahirkannya. Kelakuan itu seperti Malin Kundang yang menampik ibunya setelah dia kaya raya.
Kacang lupa akan kulitnya menjadi bagian dari karakter pemimpin politik di tanah air.
Pejabat politik tidak menyadari bahwa rakyat itu adalah orang tua yang mengasuhnya dan menyusuinya hingga dia memperoleh kekuasaan.
Celakanya, para pejabat politik beranggapan bahwa rakyat adalah konstituen, bahkan sebagai anak, lantaran mereka memanggilnya dengan sapaan Bapak.
Memang benar bahwa rakyat menyapa Presiden, Gubernur, Bupati / Walikota, dan Lurah dengan sebutan Bapak. Itu sejatinya satu bentuk penghormatan rakyat terhadap simbol negara.
Tetapi strata kelahirannya tetap tua rakyat, karena rakyatlah yang melahirkan Presiden, Gubernur, Bupati / Walikota, dan Lurah. Faktanya, tidak pernah terjadi bahwa pejabat politik melahirkan rakyat.
Pejabat politik sebagai anak rakyat seperti dalam larik Semut Ireng (rakyat) anak-anak sapi (pemimpin), diperintahkan oleh Sang Pencipta alam dan isinya untuk melakukan lima hal.
Pertama tidak boleh menyembah kecuali kepada Allah.
Kedua, diminta berbuat baik kepada kedua orang tua (rakyat).
Ketiga, diharuskan berbuat baik kepada kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin.
Keempat, dianjurkan bertutur kata secara baik.
Kelima dianjurkan menunaikan sedekah.
Lalu? Para top eksekutif, sebagian besar berpaling atau mengingkari kecuali sebagian kecil dari mereka. Sebagian yang lain masih menjadi pembangkang. Menjadi Si Malin Kundang.
Cepat atau lambat pejabat politik yang meniru tingkah Si Malin Kundang akan hancur berkeping-keping. Contoh telah terlalu banyak. Mereka dikembalikan bahkan dijatuhkan ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali mereka bertobat, karena Allah maha penerima tobat. (Bambang Wahyu)
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…